Moody's Tak Sarankan BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
19 March 2021 18:03
foto : REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Moodys dalam analisanya menyarankan agar BI tetap mempertahankan suku bunganya ke depan.

Analisa Moody's yang bertajuk Indonesia Monetary Policy menjelaskan bank sentral telah memangkas suku bunga 6 kali dengan total 150 basis poin sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga telah terdepresiasi 2,62% sejak Desember 2020 sampai saat ini (year to date). Akibatnya, ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut menjadi lebih terbatas tanpa mengurangi imbal hasil dari pasar keuangan domestik Indonesia.


Dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi di Indonesia, BI dalam catatan Moodys juga telah melakukan pelonggaran lebih dari US$ 50 miliar. Sejauh ini stimulus fiskal pemerintah dan kinerja ekspor adalah sektor yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena permintaan domestik masih lemah.

Oleh karena itu, Moodys berpandangan BI tidak perlu melakukan lagi penurunan suku bunga acuan, karena permintaan domestik masih lemah. Tercermin dari inflasi yang berada pada level 1,38% di bulan Maret.

"Penambahan penurunan suku bunga bukan pilihan ideal untuk mempercepat pemulihan Indonesia, mengingat permintaan domestik yang lemah," tulis Moodys dalam laporannya, seperti dikutip, Jumat (19/3/2021).

"Permintaan pinjaman yang buruk juga mencerminkan berkurangnya permintaan barang dan jasa, yang menyebabkan investor mengurangi pinjaman mereka. Suku bunga pinjaman rendah manfaatnya masih terbatas, jika permintaan domestik tetap lemah," kata Moodys melanjutkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Moody's: Rating RI di Baa2 untuk Penerbitan Obligasi Valas


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading