Waduh Laba PTPP Ambles 84% Jadi Rp 129 M di 2020, Kenapa?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 March 2021 15:13
foto : www.pt-pp.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan konstruksi pelat merah, PT PP Tbk (PTPP) pada akhir 2020 lalu terpaksa membukukan penurunan laba bersih yang tajam hingga 84,28% secara tahunan (year on year/YoY).

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, akhir tahun lalu laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 128,75 miliar, jatuh dari posisi akhir 2019 yang senilai Rp 819,46 miliar.

Nilai laba bersih per saham juga turun jauh dari sebelumnya Rp 132 menjadi sebesar Rp 21.


Turunnya laba bersih ini disebabkan karena pendapatan perusahaan juga mengalami kontraksi 32,84% YoY menjadi sebesar Rp 15,83 triliun. Nilai ini turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 23,57 triliun.

Turunnya pendapatan ini juga menurunkan beban pokok pendapatan menjadi senilai Rp 13,65 triliun dari sebelumnya Rp 20,25 triliun. Beban usaha juga ikut turun menjadi Rp 583,70 miliar, dari posisi Rp 820,87 miliar.

Namun sepanjang tahun lalu terjadi penurunan nilai mencapai Rp 288,62 miliar, naik dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp 190,50 miliar. Ini berasal dari dari piutang dan tagihan bruto, aset migas, dan aset keuangan proyeksi.

Kemudian, ada laba atas divestasi entitas anak dan investasi lainnya berkurang menjadi Rp 7,67 miliar dari Rp 92,59 miliar.

Lalu beban keuangan juga mengalami penambahan menjadi Rp 894,58 miliar dari sebelumnya Rp 782,15 miliar.

Bagian dari laba ventura bersama naik menjadi Rp 449,91 miliar dari sebelumnya Rp 200,19 miliar. Sedangkan bagian rugi dari entitas asosiasi malah naik menjadi Rp 214,44 miliar dari Rp 136,82 miliar.

Pendapatan lainnya pada akhir Desember 2020 bertambah menjadi Rp 61,81 miliar dari Rp 281,27 miliar. Namun beban lainnya juga ikut naik menjadi Rp 255,82 miliar dari Rp 125,75 miliar.

Pada periode tersebut, tercatat nilai aset PTPP menjadi sebesar Rp 53,47 triliun, mengalami pengurangan dari posisi akhir 2019 yang senilai Rp 56,13 triliun. Aset lancar tercatat mencapai Rp 33,92 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 19,54 triliun.

Di pos liabilitas, terjadi penurunan sepanjang tahun lalu menjadi Rp 39,46 triliun dari sebelumnya Rp 41,11 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 27,98 triliun dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka Rp 11,47 triliun.

Ekuitas perusahaan di akhir 2020 lalu mencapai Rp 14,006 triliun, turun tipis dari posisi akhir Desember 2019 yang sebesar Rp 15,01 triliun.

Data BEI mencatat, saham PTPP jelang penutupan perdagangan sesi II, Rabu ini naik 4,5% di posisi Rp 1.625/saham dengan koreksi sebulan 10,47%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading