Moody's Tarik Rating Emiten Milik Prajogo Pangestu, Kenapa?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 March 2021 19:50
FILE - This August 2010 file photo shows a sign for Moody's Corp. in New York. Moody's is expected to report financial earnings Friday, Oct. 21, 2016. (AP Photo/Mark Lennihan, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pemeringkat global, Moody's Investor Service, memutuskan untuk menarik peringkat emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dari sebelumnya rating B1 corporate family dengan outlook (prospek) stabil.

"Moody's telah memutuskan untuk menarik peringkat tersebut karena alasan bisnis Barito Pacific," tulis Moody's dalam publikasinya, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (16/3/2021).

Seperti diketahui, sebelumnya pada 3 Mei 2019 lalu, Moody's menyematkan peringkat B1 untuk Barito Pacific dengan outlook stabil.


Tak hanya itu, Moody's juga menyematkan peringkat B1 untuk obligasi global milik Barito. Obligasi tersebut akan dijamin oleh saham yang dimiliki di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang memiliki peringkat utang Ba3 dengan outlook stabil.

Kala itu, peringkat B1 corporate family rating (CFR) milik Barito didukung oleh dua investasi saham perseroan di anak usaha yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar 46,26% dan Star Energy Group Holdings Pe Ltd. sebesar 66,7%.

"Perkiraan aliran dividen dari investasi itu mampu untuk menutupi pembayaran bunga dan dana operasional di Barito," ungkap Vice President and Senior Credit Officer Moody's Brian Grieser, dalam keterangannya.

Tidak hanya itu, peringkat perusahaan B1 juga mencerminkan struktur organisasi yang kompleks sebagai perusahaan induk untuk semua investasinya, tanpa arus kas operasional selain dividen dari dua anak perusahaan utamanya, Chandra Asri Petrochemical dan Star Energy.

Sebagai informasi, emiten yang didirikan Prajogo ini didirikan pada tahun 1979 awalnya adalah sebagai perusahaan kayu terintegrasi di Kalimantan Selatan dan telah berkembang menjadi sebuah perusahaan induk investasi dengan dua aset utamanya, yakni produsen petrokimia terbesar di Indonesia, Chandra Asri dengan kepemilikan 46,63% saham dan 66,67% saham di produsen listrik panas bumi terbesar di Indonesia, Star Energy.

Menanggapi ini, manajemen BRPT pun memberikan penjelasan.

"Moodys menghentikan proses rating atas permintaan kami mengingat saat ini kami tidak menerbitkan obligasi dolar AS. Perlu kami sampaikan pula bahwa tidak ada perubahan atas rating maupun outlook yang disematkan Moodys kepada Barito, yaitu B1 dengan outlook stabil," ujar Agus Salim Pangestu, Presiden Direktur Barito Pacific, dalam keterangan resminya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading