Saham INCO-ANTM Cs Babak Belur, Masih Menarik Gak sih?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
16 March 2021 14:32
Nikel

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten nikel kompak ambruk pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Selasa (16/3/2021). Selain itu, saham-saham tersebut mencatatkan kinerja negatif selama sebulan terakhir.

Berikut tabel kinerja saham nikel selama sebulan.


Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten pelat merah TINS mengalami koreksi tertinggi pada sesi I hari ini dibandingkan saham lainnya, yakni 5,79% ke posisi Rp 1.790/saham.

Asing tercatat ramai-ramai 'kabur' dari TINS sebesar Rp 6,72 miliar.

Kemudian, saham pelat merah lainnya ANTM berada di posisi kedua setelah merosot 2,99% ke Rp 2.270/saham. Sama dengan TINS, asing juga melego saham produsen nikel dan emas ini sebesar Rp 16,48 miliar.

Apabila menelisik secara sebulan, saham INCO mencatatkan anjlok terparah, yakni 27,30%. Di tempat kedua ada saham milik pengusaha Kiki Barki yang ambles 26,33%.

Sebenarnya, prospek emiten nikel di Tanah Air cukup cerah sehingga masih ada kans bagi saham-saham sektor ini cuan lagi.

Hal ini karena Indonesia saat ini menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik bagi pabrikan otomotif dunia untuk memproduksi unit mobil listrik berkat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup melimpah.

Informasi saja, bijih nikel merupakan bahan baku dari komponen baterai kendaraan listrik.

Baru-baru ini Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan raksasa otomotif asal Jepang, Honda, akan menambah investasi di Indonesia sebesar Rp 5,2 triliun. Tak hanya itu, kabar baiknya Honda juga akan memindahkan (merelokasi) pabriknya dari India ke Indonesia.

"Ada pabrik Honda yang akan direlokasi], nanti fasilitas produksi yang ada di India akan dipindahkan ke Indonesia," kata Agus dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/3/2021), dilansir Detiknews.

Sebelumnya, tak hanya Honda saja yang sangat tertarik untuk membuat mobil listrik di Indonesia.

Ada beberapa pabrikan besar dunia yang menyatakan ketertarikan bahkan kesiapannya dalam membuat fasilitas produksi baru di negara ini, seperti Mitsubishi, Toyota, Mazda dan Hyundai.

1. Mitsubishi

Ketertarikan pabrikan asal Jepang itu dalam membangun fasilitas produksi mobil listriknya di Indonesia dikabarkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Bahkan pabrikan itu dikabarkan telah menyiapkan dana yang cukup besar dalam investasi terbarunya di Indonesia itu.

"Mitsubishi memberikan komitmen pada kita bahwa akhir 2025 mereka akan menambah investasi Rp 11,2 triliun. Dimana akan terjadi peningkatan kapasitas yang tadinya 220 ribu unit ada peningkatan kapasitas jadi 250 ribu," kata Agus dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/3/2021).

Peningkatan kapasitas itu karena principal Mitsubishi di Jepang juga menyetujui bahwa ada penambahan negara tujuan ekspor mobil asal Indonesia. Saat ini, pabrikan Mitsubishi Indonesia telah melakukan ekspor ke 30 negara, bakal bertambah 9 negara sehingga menjadi 39 negara.

2. Toyota

Pabrikan Jepang selanjutnya yang tertarik membangun fasilitas mobiil listrik di Indonesia adalah Toyota. Pabrikan otomotif terbesar di dunia itu menyatakan siap untuk memasukkan dana Rp 22 triliun untuk pengembangan produksi ke depan.

"Mengenai investasi kita harapkan sebesar-besarnya, kemarin pertemuan kami dengan Toyota, berkali-kali ketemu Toyota sebelumnya dan besok akan ketemu kembali. Mereka sudah memberi komitmen untuk berinvestasi Rp 22 triliun sampai 2025, jadi kita akan coba sebanyak-banyaknya menarik investasi untuk memperkuat ekonomi kita," sebut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/3/2021).

3. Mazda

Mazda juga sempat menjadi target rayuan Indonesia dalam berinvestasi, mengingat produsen asal Hiroshima, Jepang ini tidak memiliki fasilitas produksi di Indonesia.

"Pada pertemuan dengan Mazda memang Mazda selama ini memang belum mempunyai pabrik di Indonesia, dan memang upaya kami untuk mendorong agar mereka sesegera mungkin bisa melakukan investasi ke Indonesia," kata Agus dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/3/2021) dikutip dari detikcom.

4. Hyundai

Pabrikan kendaraan asal Korea Selatan ini bahkan telah membangun fasilitas produksi seluas 77,6 hektare di Bekasi, Jawa Barat. Pihak produsen otomotif itu memilih Jawa Barat karena mengaku mendapatkan dukungan kuat Gubernur Ridwan Kamil.

"Hyundai Motors memutuskan membangun pabrik mobil listrik. Ini sebenarnya bisa jadi kerja sama swasta dan pemerintah untuk memperkenalkan mobil listrik kepada masyarakat," kata Lee Kang-Hyung, Vice President/Coo Hyundai Motor Asia Pacific Head Quarter di sela acara West Java Investment Summit Senin (16/11/2020).

Ia mengatakan, pabrik yang mulai dibangun tepatnya di Delta Mas Cikarang ini sudah 65%. Sesuai rencana, sambung Lee dan pada akhir tahun 2022 pabrik itu mulai bisa memproduksi lokal mobil Hyundai di Indonesia.

"Di 2022 akan produksi mobil listrik di Indonesia dan jual lokal," terangnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading