Layani 1 Juta Tes Covid, Laba Prodia Capai Rp 269 M di 2020

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 March 2021 15:40
Antrean calon penumpang pesawat yang melakukan test rapid  di Shelter Kalayang Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (21/12/2020). Antren panjang ini terjadi karena banyak penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen yang disediakan pihak bandara. Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta sempat ramai tadi pagi. Antrean mengular karena antrean rapid test penumpang. Pantauan CNBC pukul 11.30 terlihat antrian namun sudah kondusif. Sejumlah calon penumpang yang menunggu di luar area ruang test bisa duduk. Jelang liburan Natal dan akhir tahun, pemerintah menerapkan syarat minimal berupa hasil tes rapid antigen bagi traveler yang mau bepergian naik kereta api, pesawat terbang hingga kendaraan pribadi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola laboratorium kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berhasil mempertahankan performa profitabilitas pada tahun 2020. Laba bersih tahun lalu naik 27,8% menjadi Rp 268,75 miliar dari periode yang sama tahun 2019 Rp 210,26 miliar.

Pertumbuhan penjualan serta pengelolaan biaya beban yang optimal ini mendukung pencapaian laba usaha Prodia sebesar Rp 301,76 miliar, atau naik 39,67% dari tahun sebelumnya.

Manajemen mengungkapkan laba bersih perseroan naik seiring dengan peningkatan pendapatan bersih. Pertumbuhan pendapatan bersih naik sebesar 7,4% menjadi Rp 1,87 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 1,74 triliun.


Pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan juga turut mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan perseroan.

Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sekitar 61,2% kepada pendapatan perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 38,8% terhadap pendapatan perseroan.

"Pada masa pandemi Covid-19 ini, kami masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih, menjaga arus kas dan mempertahankan performa profitabilitas Prodia dengan tetap memprioritaskan keamanan, kesehatan dan keselamatan karyawan dan pelanggan," kata Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, dalam keterbukaan informasi di BEI, Jumat (12/3).

Sepanjang tahun 2020, jumlah pemeriksaan mencapai 14 juta dan jumlah kunjungan mencapai 3,1 juta.

Jumlah permintaan tes esoterik naik sebesar 191,5% pada tahun 2020 menjadi 1,6 juta tes. Pendapatan tes esoterik naik sebesar 131,8% pada tahun 2020 menjadi Rp 700,3 miliar.

Perseroan juga terus berkontribusi dalam membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 melalui penyediaan tes pemeriksaan Covid-19 dengan metode rapid test, tes serologi antibodi EIA, dan PCR Covid-19.

Pada tahun 2020, PRDA telah melayani lebih dari 1 juta pemeriksaan Covid-19 di Indonesia.

Total aset perseroan pada tahun 2020 mencapai Rp 2,23 triliun yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp 1,36 triliun dan aset non lancar menjadi Rp 872,04 miliar.

Pada tahun 2020, total ekuitas naik menjadi sebesar Rp 1,79 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,66 triliun.

Sedangkan, total liabilitas sebesar Rp 443,75 miliar yang terdiri dari total liabilitas jangka pendek sebesar Rp 210,15 miliar dan total liabilitas jangka panjang sebesar Rp 233,59 miliar.

Per 31 Desember 2020, sisa dana hasil penawaran umum perseroan (IPO) adalah Rp 485,65 miliar dan total dana IPO yang telah digunakan adalah Rp 662,98 miliar.

Dari total dana hasil IPO yang telah digunakan per 31 Desember 2020, sebesar Rp 460,17 miliar digunakan untuk pengembangan jejaring outlet, Rp 115,47 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, dan Rp 87,33 miliar untuk modal kerja.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading