Astaga! Rugi HERO Bengkak Jadi Rp 1,2 T di 2020 Efek Pandemi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 March 2021 10:13
Supermarket Hero (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja emiten ritel PT Hero Supermarket Tbk (HERO) masih cukup tertekan pada tahun 2020. Hal ini terlihat dari kerugian tahun berjalan 2020 yang lebih dalam sebesar Rp 1,21 triliun, bengkak 4.203% dibanding tahun sebelumnya rugi bersih Rp 28,21 miliar.

Membengkaknya kerugian perseroan sepanjang tahun 2020 ini menyebabkan rugi per saham dasar kian dalam menjadi minus Rp 290 per saham dari sebelumnya minus Rp 7 per saham.

Anjloknya kerugian bersih ini tercermin dari pendapatan bersih HERO sepanjang tahun 2020 yang mengalami penurunan sebesar 26,98% menjadi Rp 8,89 triliun dari sebelumnya Rp 12,18 triliun.


Penurunan terbesar terjadi di segmen penjualan makanan sebesar 32,67% menjadi Rp 6,05 triliun. Sedangkan, penjualan di segmen non makanan juga turun hampir 11 persen menjadi Rp 2,84 triliun.

Sementara itu, meski beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 6,49 triliun dari sebelumnya Rp 8,73 triliun, laba kotor perseroan tetap lebih kecil dari sebelumnya yakni Rp 2,39 triliun dari Rp 3,44 triliun. Adapun beban usaha mengalami sedikit peningkatan menjadi Rp 3,55 triliun dari sebelumnya Rp 3,48 triliun.

Sampai dengan 31 Desember 2020, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 4,83 triliun, lebih rendah dari sebelumnya Rp 6,05 triliun.

CNBC Indonesia sebelumnya mencatat, pada tahun ini perseroan juga melakukan penutupan beberapa gerai Giant.

Direktur HERO, Hadrianus Wahyu Trikusumo menjelaskan, penutupan beberapa toko tersebut merupakan proses transformasi bisnis perseroan untuk memastikan bahwa kami dapat bersaing secara efektif dalam bisnis ritel makanan di Indonesia.

Pasalnya, ritel makanan telah mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, kinerja bisnis secara keseluruhan juga sangat terpengaruh oleh pandemi yang sedang berlangsung.

"Beragam pembatasan telah mempengaruhi operasional toko kami dan pelanggan telah mengubah perilaku belanja serta pola permintaan produk mereka," kata Hadrianus, dalam penjelasannya, Selasa (9/2/2021).

Perseroan, kata dia, telah mengambil tindakan penataan ulang toko untuk memastikan Giant memenuhi preferensi pelanggan perusahaan yang terus berkembang. Ini bukan hanya berarti menutup beberapa toko perseroan, tetapi juga berarti bahwa yang toko-toko lain sedang ditata ulang dan direnovasi.

"Semuanya akan mengarah pada bisnis yang lebih berkelanjutan dan lebih kuat di masa depan," tuturnya.

Sejak tahun lalu, sebetulnya Giant sudah melakukan beberapa perampingan dengan menutup 6 gerai secara nasional. Keenam gerai itu antara lain di Cinere Mall, Mampang, Pondok Timur, Jatimakmur, Cibubur, Wisma Asri. Dengan bertambahnya 2 gerai tutup di tahun ini, kini Giant hanya mengelola sebanyak 117 gerai secara nasional.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tutup Lagi 2 Gerai Giant, Ini Penjelasan Hero Supermarket


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading