Digadang-gadang Jadi Bos BTN, Simak Profil 4 Orang Bankir Ini

Market - Putra, CNBC Indonesia
10 March 2021 11:33
BTN SIAP HADAPI 2020/Cantika Dinda

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama orang yang bakal menjadi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan ditentukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Rabu (10/3/2021). 

Penunjukan Direktur Utama adalah salah satu dari sembilan agenda dalam RUPST. Sebagai informasi, dalam beberapa bulan terakhir jabatan Direktur Utama definitif bank yang memiliki spesialisasi kredit KPR tersebut kosong setelah ditinggal sang nakhoda Pahala Mansuri menjadi Wakil Menteri BUMN. 

Untuk sementara waktu BBTN dipimpin oleh seorang pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama yakni Nixon L.P. Napitupulu. Saat ini ada empat kandidat kuat yang disebut bakal menjadi Direktur Utama BBTN. Satunya berasal dari internal BBTN yaitu Nixon Napitupulu dan tiga lainnya dari luar BBTN yakni Sis Apik Wijayanto, Haru Koesmahargyo dan Handayani.


Kandidat terakhir adalah seorang wanita yang juga berkarir di dunia perbankan. Lebih tepatnya juga di bank pelat merah dengan aset terbesar yaitu BBRI. Siapa lagi kalau bukan Handayani. 

Sebenarnya siapa mereka dan seperti apa sepak terjangnya? Berikut CNBC Indonesia rangkumkan untuk pembaca.

Nixon L.P. Napitupulu

Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon Napitupulu.Foto: Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon Napitupulu.
Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon Napitupulu.

Nama Nixon sebenarnya bukan orang baru di dunia perbankan. Pria yang sempat mengenyam pendidikan strata I di Universitas Sumatra Medan tersebut bergabung dengan BBTN sejak Maret 2017. 

Nixon yang berusia 50 tahun didapuk menjadi pengganti sementara Pahala Mansuri ketika bos BBTN itu ditugasi menjadi Wakil Menteri BUMN mendampingi Erick Thohir sejak akhir Desember tahun lalu. 

Kini Nixon menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menduduki kursi kepemimpinan nomor wahid di bank pelat merah tersebut. Di dunia perbankan, karir pertama Nixon dijalani sebagai Pegawai Pimpinan di PT Bank Ekspor Impor (Persero) pada Oktober 1995 silam.

Karir Nixon di dunia perbankan terus menanjak. Sepanjang hampir 26 tahun karirnya di perbankan paling banyak dihabiskan di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Nixon menjadi salah satu orang yang menjadi saksi berdirinya BMRI hasil gabungan beberapa bank pasca krisis moneter tahun 1998. 

Di tahun 1999, Nixon menjadi Section Head - Manager Business Performance Management Group diBMRI. Kurang lebih 16 tahun waktunya dihabiskan diBMRI. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Head of Tim Transisi Bank JV Senior Vice President Corporate Transformation Group.

Nixon menjadi salah satu orang yang terlibat dalam pembentukan usaha patungan antara BMRI, PT Taspen dan PT Pos dalam membentuk PT Bank Mandiri Taspen Pos atau yang lebih dikenal sebagai Bank Mantap.

Pada Mei 2015, Nixon resmi menjadi Direktur Utama Bank Mantap. Namun pada Maret empat tahun silam, Nixon berlabuh ke BBTN sebagai Direktur Finance, Treasury & Strategy sebelum menjadi Plt Direktur Utama seperti sekarang ini.

Sis Apik Wijayanto

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BRI Sis Apik WijayantoFoto: Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto (dok Twitter @ApikSis)
Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto

Nama kedua kandidat bos BBTN ada Sis Apik Wijayanto. Saat ini dia merupakan Direktur Hubungan Kelembagaan di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Pria kelahiran tahun 1961 tersebut memperoleh gelar strata (S1) Jurusan Administrasi Niaga dari Universitas Brawijaya, strata II (S2) Jurusan Manajemen dari Universitas Airlangga.

Sebelum menjadi Direktur Hubungan Kelembagaan di BBNI, Sis pernah menjabat sebagai Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (2016-2017), Direktur Kelembagaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (2017-2019).

Karir Sis di BBRI bisa dibilang cukup lama. Kurang lebih 10 tahun lalu, Sis menjabat sebagai Deputy GM BBRI kantor cabang regional Yogyakarta. Dua tahun berselang, Sis ditunjuk menjadi GM of Special Branch BBRI yang juga berlangsung selama dua tahun. 

Kemudian pada tahun 2015, Sis menjadi GM of BRI Regional Office Jakarta 2. Sebelum menduduki jajaran direksi bank pelat merah dengan aset terbesar di Tanah Air dan spesialis kredit UMKM tersebut. 

Haru Koesmahargyo

Haru Koesmahargyo dalam wawancara eksklusif dengan CNBC IndonesiaFoto: Haru Koesmahargyo dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia
Haru Koesmahargyo dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia

Kandidat lain yang juga disebut-sebut bakal menjadi Dirut BBTN adalah Haru Koesmahargyo. Haru sempat mengenyam pendidikan di jurusan Teknik Industri Pertanian Universitas Brawijaya. Haru juga pernah mengenyam pendidikan investment banking di Emory University.

Haru pernah menjadi Kepala Desk Hubungan Investor Divisi Sekretariat Perusahaan di BBRI pada tahun 2009-2011. Setelah itu Haru didapuk menjadi General Manager di Kantor Cabang BBRI Luar Negeri di New York.

Karirnya di BBRI terus menanjak. Setelah menjadi GM di luar negeri, Haru kembali ke Tanah Air untuk menjadi Kepala Divisi Treasury di kantor Pusat BBRI. Tenornya kali ini hanya setahun saja karena berlangsung dari 2014-2015. 

Hanya setahun memegang divisi treasury, Haru diangkat menjadi Direktur Keuangan BBRI kurang lebih lima tahun silam. Kemudian pada RUPSLB Januari 2021, Haru berhenti menjadi Direktur Keuangan BBRI.

Handayani

Direktur Konsumer PT.Bank BRI Handayani (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Direktur Konsumer PT.Bank BRI Handayani (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Direktur Konsumer PT.Bank BRI Handayani (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Terakhir, calon pemimpin kuat BBTN adalah Handayani yang saat ini merupakan Direktur Konsumer BBRI. Dia merupan seorang sarjana kedokteran gigi Universitas Airlangga dan Master Manajemen dari Universitas Padjadjaran.

Menjabat sebagai Direktur Konsumer BRI sejak 2017 setelah sebelumnya menduduki jabatan sebagai Direktur BBTN selama satu tahun.

Dia juga pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada 2014-2016. Pernah juga sebagai Direktur Marketing & Alternate Distribution PT AXA Mandiri pada 2013-2014.

Itulah tadi sekilas profil calon-calon orang nomor satu di BBTN. Terkait siapakah yang bakal menjadi Direktur Utama. Mari kita nantikan saja keputusan RUPST yang berlangsung pukul 10.00 WIB hari ini


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading