Awas, Ada Ramalan Rupiah Bakal Tembus 14.600/US$!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
08 March 2021 17:15
Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terus alami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak beberapa waktu terakhir. Rupiah diproyeksi analis bisa menyentuh level 14.600 per dolar AS.

"Kondisi saat ini akan tembus di level Rp 14.600 per US$ dan bisa terjadi di minggu-minggu ini," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, kepada CNBC Indonesia, Senin (8/3/2021)

Penyebab pelemahan rupiah adalah sentimen dari faktor eksternal yang berasal dari AS. Ekonomi AS diproyeksi bisa melaju lebih cepat akibat kebijakan fiskal yang ekspansif sehingga mendorong kenaikan yield Treasury dan menekan rupiah.


Sementara dari sisi internal, menurut Ibrahim masih dalam kondisi yang terjaga. Di antaranya pemulihan ekonomi pada arah yang benar, inflasi di bawah 2% hingga defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang terkendali.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memandang pelemahan nilai tukar rupiah cukup wajar. Hal tersebut dikarenakan selama ini rupiah terlalu perkasa terhadap dolar AS. Bahkan bulan lalu sempat menyentuh level Rp 13.900/US$.

"Karena fundamentalnya sih rupiah sekitar Rp 14.500/US$ sebenarnya. Kalau melihat inflasi mitra dagang terus ke purchasing parity kita dengan mitra dagang utama, agak terlalu kuat waktu itu," jelas David kepada CNBC Indonesia.

Bagi dunia usaha, level nilai tukar sekarang menurutnya tidak ada masalah. Artinya aktivitas ekonomi masih akan berjalan normal apabila nilai tukar bisa distabilkan di level tersebut.

"Kalau dari sisi rupiah saya pikir masih dalam range yang bagus untuk eksportir atau importir antara Rp 14.200, Rp 14.400, Rp 14.500 masih oke lah," kata David melanjutkan.

Analisa ini juga diperkuat dengan Bank Indonesia (BI) yang tidak melakukan intervensi secara signifikan. Menurutnya BI cukup optimistis, apalagi dengan posisi cadangan devisa yang mencukupi kebutuhan beberapa bulan ke depan.

"Kelihatannya BI tidak ada intervensi kalau posisi sekarang dan masih relatif stabil kisaranya," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading