BI: Cadev RI Bisa Tembus US$ 143 Miliar Lebih di Akhir Tahun

Market - Maikel Jefriando, CNBC Indonesia
05 March 2021 15:18
Ilustrasi Dolar dan Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan cadangan devisa (cadev) pada akhir 2021 bisa lebih dari US$ 143 miliar atau setara dengan Rp 2.002 triliun (kurs Rp 14.000/US$). Ini cukup tinggi dibandingkan dengan posisi sekarang sebesar US$ 138,8 miliar atau Rp 1.943 triliun.

"Kita sangat berharap dan optimis akumulasi cadev akhir tahun lebih dari US$ 143 miliar," kata Haryadi Ramelan, Kepala Departemen Pengelolaan Devisa, sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, dalam acara Power Lunch CNBC TV Indonesia, Jumat (5/3/2021).

Ini sesuai dengan posisi kebijakan BI yang akomodatif, sehingga mampu menarik dana dari luar negeri.


"Stance kebijakan BI relatif akomodatif itu memberikan ruang untuk kemungkinan portfolio inflow dan likuiditas yang banyak dalam US$ itu butuh outlet untuk investasi dan return yang lebih baik," jelasnya.

Selisih yield (imbal hasil] obligasi antara AS dan Indonesia cukup lebar. Dalam catatannya yield obligasi (Treasury) Amerika Serikat (AS) hari ini sebesar 1,548%, sementara SBN 10 tahun Indonesia jauh lebih tinggi, yakni mencapai 6,625%.

Fundamental ekonomi Indonesia yang juga menjadi daya tarik, yaitu inflasi yang berada terjaga di bawah 2%. Kemudian kondisi eksternal yang terkendali, terlihat dari defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang surplus di awal tahun.

"Ini artinya kesempatan investor global masih lebih terbuka," jelasnya.

Harga komoditas yang melambung juga akan menambah pundi-pundi bagi cadangan devisa RI, di antaranya batubara dan kelapa sawit. Di samping juga pemerintah bersama BI menggerakkan UMKM untuk terus meningkatkan ekspor.

"Jadi ini situasi yang bagus untuk meningkatkan ekspor," kata Haryadi.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading