Ramalan BI: Dolar AS Akan Melemah!

Market - Maikel Jefriando, CNBC Indonesia
05 March 2021 14:41
Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ini diakibatkan kebijakan Amerika Serikat (AS) yang ekspansif dan mendorong pergerakan dana ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Demikianlah disampaikan oleh Haryadi Ramelan, Kepala Departemen Pengelolaan Devisa, sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), dalam acara Power Lunch CNBC TV Indonesia, Jumat (5/3/2021).

"Skenarionya dolar AS akan melemah dalam jangka menengah panjang, dan memberikan ruang gerak bagi stock market dan bond market kita," ujarnya.


Kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sekarang, menurut Haryadi hanya bersifat sementara. Pelemahan dalam beberapa hari terakhir akibat sentimen negatif yang datang dari global.


"Yang terjadi hari ini sebuah dinamika pasar yang merupakan technical dan sentimen pasar, tapi pergerakan rupiah masih dalam koridor yang kita prediksi," ungkapnya.

Haryadi mengatakan, BI akan selalu berada di pasar untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Sederet kebijakan siap diluncurkan apabila mengganggu keseimbangan permintaan dan penawaran mata uang sesuai dengan mekanisme pasar.

Haryadi tidak bisa menyampaikan berapa level nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu ke depan. Namun ruang penguatan masih ada.

"Kami yakin rupiah masih undervalue, ruang penguatan rupiah masih ada," tegas Haryadi.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading