Cek! Ada IPO Jumbo Tahun Ini Senilai Rp 7 T dari BUMN

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 March 2021 09:25
Pahala Mansury (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan rencana salah satu perusahaan pelat merah dari sektor energi akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. BUMN itu adalah perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal yang digadang-gadang akan menawarkan saham ke publik (IPO) tahun ini. 

Kabar tesebut disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, yang menuturkan IPO ini akan dilakukan oleh perusahaan hasil penggabungan tiga PLTP yang merupakan anak usaha BUMN.

"Direncanakan tahun 2021. Timing masih dilihat. Yang di-IPO ada perusahaan hasil penggabungannya," kata Pahala kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/3/2021).


Sebelumnya, dilaporkan Bloomberg bahwa dari IPO ini perusahaan pembangkit listrik energi terbarukan ini akan dapat menggalang dana senilai total US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Perusahaan yang akan melakukan IPO adalah perusahaan hasil penggabungan tiga PLTP yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT PLN Gas & Geothermal dan PT Geo Dipa Energi (Persero).

Dari penggabungan ini diperkirakan pembangkit bakal memiliki total kapasitas hingga 1.022,5 megawatt (MW). Angka tersebut merupakan setengahnya dari total kapasitas PLTP terpasang secara nasional yakni mencapai 2.130,7 MW.

Pengembangan geothermal di dalam negeri masih sangat besar potensinya. Pasalnya berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi geothermal di dalam negeri mencapai 23.965,5 MW. Angka ini hanya satu tingkat di bawah Amerika Serikat dengan potensi sebesar 30.000 MW.

Artinya, pengembangan geothermal di Indonesia baru sebesar 8,9% dari total potensi yang ada.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading