2 Saham Bank Mini Ngegas terus, Saham Nikel Babak Belur

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
04 March 2021 16:05
Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Reli penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tiga hari akhir terhenti hari ini. IHSG ditutup ambles 1,35% meninggalkan level 6.300 ke posisi 6.290,79 pada penutupan sesi II perdagangan, Kamis (4/3/2021).

Menurut data BEI, ada 154 saham naik, 314 saham merosot dan 162 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,69 triliun dan volume perdagangan mencapai 27,22 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 346,98 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 168,93 miliar.


Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (4/3).

Top Gainers

  1. Bank MNC Internasional (BABP), saham +34,41% Rp 125, transaksi Rp 239,5 M

  2. Bank Amar Indonesia (AMAR), +25,00% Rp 570, transaksi Rp 87,4 M

  3. Era Mandiri Cemerlang (IKAN), +23,08% Rp 192, transaksi Rp 155,0 M

  4. MNC Investama (BHIT), +12,70% Rp 71, transaksi Rp 84,7 M

  5. Adi Sarana Armada (ASSA), +11,62% Rp 1.345, transaksi Rp 78,6 M

Top Losers

  1. Bank Nationalnobu (NOBU), saham -6,92% Rp 1.210, transaksi Rp 101,7 M

  2. Timah (TINS), -6,90% Rp 1.890, transaksi Rp 320,5 M

  3. Vale Indonesia (INCO), -6,75% Rp 5.525, transaksi Rp 264,7 M

  4. Aneka Tambang (ANTM), -6,67% Rp 2.520, transaksi Rp 1,2 T

  5. Bank China Construction Bank Indonesia (MCOR), -6,63% Rp 183, transaksi Rp 351,5 M

Menurut data BEI, tercatat ada dua bank mini (bank BUKU II) yang merajai top gainers hari ini. Keduanya terus 'tancap gas' setelah delapan saham bank mini (bank BUKU II) lainnya mulai disuspensi sejak kemarin dan hari ini oleh otoritas bursa.

Kedua bank mini tersebut yakni BABP dan AMAR.

Menurut data BEI, Bank BABP berhasil memuncaki top gainers pada sesi II hari ini, melanjutkan tren pada sesi I siang tadi.

BABP melejit 34,41% ke RP 125/saham dengan nilai transaksi RP 239,5 miliar.

Kemudian, di tempat kedua ada AMAR yang melesat 25,00% ke Rp 570/saham dengan transaksi Rp 87,4 M.

Sementara itu, setelah pada sesi I terjerembab sebagai top losers, trio saham emiten nikel kembali menghuni top losers sore ini.

Ketiganya takni, TINS, dan diikuti oleh INCO dan ANTM. TINS ambles 6,90% menyentuh auto rejection bawah (ARB) ke Rp 1.890/saham dengan nilai transaksi Rp 320,5 miliar.

Lalu, duo emiten BUMN INCO dan ANTM, berturut-turut ambles 6,75% dan 6,67% hari ini.

Ambrolnya saham-saham nikel terjadi setelah harga nikel turun pada perdagangan kemarin.

Harga nikel kontrak 3 bulan di London Metal Exchange (LME) turun 4,18% dari US$ 18.635/ ton pada perdagangan Selasa (3/3), menjadi US$ 17.864/ton. Harga Nikel pembelian langsung juga turun 4,13% dari US$ 18.635/ton menjadi US$ 17.864/ton.

Senada, penurunan harga nikel pada penutupan bursa perdagangan kemarin di London Metal Exchange juga ikuti oleh harga nikel di bursa Shanghai (SNIcv1) yang ikut turun 6%.

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading