Crazy Rich Batu Bara Ini Borong Saham BYAN, Berapa Duit?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 March 2021 11:43
Low Tuck Kwong (Ist Forbes.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilik sekaligus Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Low Tuck Kwong melakukan pembelian saham perusahaan yang dipimpinnya ini sebanyak 1.206.400 saham dengan total transaksi mencapai Rp 15,59 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pembelian ini dilakukan pada 22-24 dan 26 Februari 2021 lalu. Transaksi ini dilakukan di harga Rp 12.927,48/saham.

Dengan transaksi ini maka kepemilikan Low Tuck Kwong naik menjadi 54,70% dari sebelumnya sebanyak 54,66%.


Tujuan transaksi yang dilakukan adalah untuk investasi langsung. Ini bukan pertama kalinya di bulan ini crazy rich Indonesia kelahiran Singapura ini melakukan pembelian saham BYAN. Transaksi yang sama juga dilakukan pada 9 dan 17 Februari.

Transaksi yang dilakukan masing-masing sebanyak 9.300 saham di harga Rp 14.062,37/saham sehingga total transaksi mencapai Rp 130,78 juta dan 1.500 saham di harga Rp 13.831,67/saham sehingga totalnya sebesar Rp 20,74 juta.

Selain dia, pemegang saham Bayan lainnya adalah PT Sumber Suryadana Prima sebesar 10%, Engki Wibowo 5,96% dan publik 29,38%.

Hari ini saham BYAN ditransaksikan stagnan di harga Rp 13.500/saham dengan pergerakan harga sejak awal tahun sudah terkoreksi sebesar 11,18%. Asing mencatatkan jual bersih (net sell) untuk saham ini senilai Rp 529 juta di pasar reguler.

Low Tuck Kwong adalah taipan batu bara Kalimantan yang lahir di Singapura. Hingga usianya yang ke-71, dia dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 7 di Indonesia di tahun 2019.

Saat itu Forbes merilis jajaran orang paling berduit di 2019. Dari daftar tersebut, sebanyak 21 orang Indonesia masuk dalam jajarannya. Di urutan ke-7 ada nama Low Tuck Kwong, dengan jumlah kekayaan US$ 2,4 miliar atau Rp33,6 triliun (asumsi kurs US$1=Rp14.000).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading