Top Gainers Sesi I

Selamat untuk Juara Hari Ini: Saham Bank Mini & Properti!

Market - adf, CNBC Indonesia
01 March 2021 12:28
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali bulan Maret dengan menguat ke level 6.300 pada sesi I perdagangan hari ini (1/3/2021).

IHSG ditutup naik 1,09% ke posisi 6.309,84 pada penutupan sesi I perdagangan, Senin (1/3).

Menurut data BEI, ada 292 saham naik, 154 saham merosot dan 174 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,71 triliun dan volume perdagangan mencapai 12,51 miliar saham.


Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 122,43 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 2,77 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (1/3).

Top Gainers

  1. Bank Artha Graha Internasional (INPC), saham +34,74% Rp 256, transaksi Rp 66,5 M

  2. Bank Bumi Arta (BNBA), +21,05% Rp 2.070, transaksi Rp 162,1 M

  3. Bank Victoria International (BVIC), +13,95% Rp 294, transaksi Rp 52,1 M

  4. Ciputra Development (CTRA), +10,82% Rp 1.280, transaksi Rp 124,2 M

  5. Bumi Serpong Damai (BSDE), +10,34% Rp 1.280, transaksi Rp 115,3 M

Top Losers

  1. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), saham -6,86% Rp 1.900, transaksi Rp 42,0 M

  2. Wismilak Inti Makmur (WIIM), -6,45% Rp 870, transaksi Rp 45,3 M

  3. Bank BTPN Syariah (BTPS), -4,15% Rp 3.930, transaksi Rp 20,2 M

  4. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM), -3,55% Rp 14.250, transaksi Rp 83,8 M

  5. Indah Kiat Pulp and Paper (INKP), -3,42% Rp 12.725, transaksi Rp 64,2 M

 

Tiga besar top gainers sesi I hari ini dikuasai oleh saham-saham bank mini. INPC berada di puncak top gainers dengan mencatatkan lonjakan 34,72% ke posisi Rp 256/saham. Nilai transaksi saham INPC sebesar 66,50 miliar.

Para pelaku pasar tampaknya tidak mau ketinggalan momentum meroketnya saham bank mini ini. Penguatan saham-saham bank mini tampaknya masih didorong oleh sentimen konsolidasi perbankan yang mewajibkan modal inti bank minimal Rp 2 triliun di tahun ini oleh OJK.

Menurut Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020, bank diharuskan memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun tahun 2020, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022, sehingga, ada spekulasi, bank-bank yang belum memenuhi ketentuan harus melakukan merger atau akuisisi atau penambahan modal dari pemilik bank tersebut.

Selain bank mini, dua emiten sektor properti besar, yakni CTRA dan BSDE, juga tercatat berada di peringkat empat dan lima top gainers pada sesi I hari ini. Saham CTRA melesat 10,82% ke Rp 1.280, sementara BSDE melejit 10,34% ke Rp 1.280/saham.

Menguatnya dua saham properti tersebut seiring resmi berlakunya aturan uang muka kredit rumah sebesar 0% hari ini.

Sebagai informasi, aturan uang muka (down payment/DP) sebesar 0% bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai berlaku hari ini, Senin (1/3/2021).

Pembebasan DP rumah ini dilakukan melalui pelonggaran Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100% untuk kredit properti.

Relaksasi berupa pembebasan DP rumah 0% tersebut mulai berlaku 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

Syarat utama untuk mendapatkan KPR DP 0% adalah perbankan tersebut harus memiliki rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) di bawah atau hingga 5%.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading