Alamak! Sesi I IHSG Ambrol 1% Lebih, tapi Asing Belanja Saham

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
26 February 2021 12:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham kawasan Asia terkapar di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (26/2/2021). Nasib serupa juga dialami pasar modal Tanah Air. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 83,65 poin atau terkoreksi 1,33% ke 6.205,997 di sesi I perdagangan. Sebanyak 109 saham menguat, 372 turun dan 142 stagnan. 

Data perdagangan mencatat nilai transaksi mencapai Rp 9,6 triliun. Asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 72,29 miliar. Saham yang paling banyak diborong asing adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai sebesar Rp 182,4 miliar. 


Sementara itu saham yang paling banyak dilego adalah saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) dengan nilai hampir Rp 167 miliar. Mayoritas bursa utama Asia juga tumbang.

Indeks Nikkei225 (Jepang) drop 3%, Hang Seng (Hong Kong) 2,4%, Shang Hai Composite (China) 1,8% dan Straits Times (Singapura) 0,98%. Pemicu terjadinya kebakaran di bursa saham Asia adalah kinerja Wall Street yang sangat mengecewakan. 

Pagi tadi tiga indeks utama Bursa New York turun lebih dari 1,5%. Indeks Dow Jones melemah 1,75%. S&P 500 anjlok 2,5% dan Nasdaq Compsite anjlok paling parah dengan koreksi 3,5%. 

Penyebab utama harga saham-saham di AS berguguran masih sama yaitu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil nominal untuk US Treasury tersebut kini sudah tembus 1,5% sekaligus menjadi level tertinggi dalam satu tahun.

Kenaikan yield tersebut membuat harga saham berjatuhan karena dua hal. Yield yang lebih tinggi ini merefleksikan ekspektasi inflasi yang tinggi sebagai akibat dari pulihnya permintaan dan ekonomi.

Dengan yield yang tinggi maka biaya pinjaman (borrowing cost) menjadi lebih mahal terutama untuk saham-saham di sektor teknologi yang aktif melakukan ekspansi lewat pembiayaan utang.

Kedua, kenaikan yield kini sudah melampaui dividend yield dari indeks S&P 500. Ini yang membuat pasar akhirnya goyang lagi. Padahal selama ini saham merupakan aset yang lebih berisiko tetapi kini imbal hasilnya malah lebih rendah dari obligasi sehingga menjadi kurang menarik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading