Luar Biasa! Saham-saham Bank Mini Puncaki Top Gainers

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
25 February 2021 16:18
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak nyaman di zona hijau sepanjang hari hingga penutupan pasar hari ini. IHSG ditutup menguat 0,62% ke posisi 6.289,65 pada penutupan sesi II perdagangan, Kamis (25/2/2021).

Menurut data BEI, ada 289 saham naik, 190 saham merosot dan 161 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 15,59 triliun dan volume perdagangan mencapai 30,72 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 221,48 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan aksi beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 282,76 miliar.


Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (25/2).

Top Gainers

  1. Bank Ganesha (BGTG), saham +34,62% Rp 175, transaksi Rp 93,9 M

  2. Bank Artha Graha Internasional (INPC), +34,40% Rp 168, transaksi Rp 76,1 M

  3. Bank Capital Indonesia (BACA), +23,39% Rp 765, transaksi Rp 137,5 M

  4. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), +22,69% Rp 2.190, transaksi Rp 405 M

  5. Bank Panin Dubai Syariah (PNBS), +17,58% Rp 107, transaksi Rp 103,3 M

Top Losers

  1. Sumber Global Energy (SGER), saham -6,80% Rp 480, transaksi Rp 13,3 M

  2. Diagnos Laboratorium Utama (DGNS), -6,62% Rp 705, transaksi Rp 18,2 M

  3. Alfa Energi Investama (FIRE), -6,47% Rp 795, transaksi Rp 16,7M

  4. Lotte Chemical Titan (FPNI), -5,26% Rp 288, transaksi Rp 47,2 M

  5. Ace Hardware Indonesia (ACES), -3,99% Rp 1.565, transaksi Rp 128,6 M

Seperti Rabu kemarin (24/2/2021), top gainers pada sesi II ini lagi-lagi didominasi oleh saham-saham bank mini atau bank kategori BUKU II (bank umum kelompok usaha dengan modal inti Rp 1-5 triliun).

Saham BGTG mencatatkan kenaikan paling tinggi di antara saham lainnya, yakni sebesar 34,40% Rp 175 dengan transaksi Rp 93,9 miliar. Saham bank, yang pada sesi I hari ini juga memuncaki top gainers, ini tercatat sudah menguat secara berturut-turut sejak awal pekan, Senin (22/2/2021).

Meroketnya harga saham-saham bank mini di atas tampaknya masih didorong oleh sentimen konsolidasi perbankan yang mewajibkan modal inti bank minimal Rp 2 triliun di tahun ini oleh OJK.

Menurut Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020, bank diharuskan memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun tahun 2020, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022, sehingga, ada spekulasi, bank-bank yang belum memenuhi ketentuan harus melakukan merger atau akuisisi atau penambahan modal dari pemilik bank tersebut.

Sinyal akan lebih ramainya aksi korporasi berupa merger pada tahun ini sempat dihembuskan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

Menurut Wimboh, dengan mempertimbangkan persaingan industri jasa keuangan ke depan yang akan semakin ketat dengan era digitalisasi, kebutuhan modal juga harus semakin kuat, terutama di sektor perbankan.

"Trennya [di 2021] akan lebih banyak lagi bank yang melakukan akuisisi dan merger," kata Wimboh, dalam pemaparan secara virtual, Selasa (26/1/2021).

Menurut Wimboh, tren konsolidasi industri jasa keuangan diyakini akan lebih cepat dengan. Hal ini terlihat dari belakangan ini ada 4 bank yang sudah melakukan merger untuk meningkatkan daya saingnya di industri.

"4 bank merger dalam rangka itu, apabila bisa memenuhi sendiri silakan. Permodalan ini suatu proses yang dinamis karena kompetisi akan berat dengan teknologi," ujarnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading