Jelang Right Issue, Diam-diam Ada Transaksi Nego Gede di CENT

Market - Putra, CNBC Indonesia
25 February 2021 09:57
Doc.Centratama Group

Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) ada transaksi jumbo di pasar negosiasi pada perdagangan kemarin, Rabu (24/2/2021).

Data perdagangan mencatat ada transaksi negosiasi tutup sendiri alias crossing melalui PT UOB Kay Hian Sekuritas (AI) sebanyak 119,43 juta lot di harga Rp 168/unit. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 2 triliun.

Transaksi tersebut terjadi dalam tiga tahap di waktu yang berdekatan pada perdagangan sesi pertama kemarin seperti yang tertera di tabel berikut.


Transaksi tersebut mencapai 38,3% dari total saham beredar. Mengacu pada data KSEI mengenai kepemilikan perusahaan per 31 Januari 2021, jumlah lot saham tersebut setara dengan yang dimiliki oleh Lion Trust (Singapore) Ltd yang menggunakan bank kustodian UOB Kay Hian sebanyak 6,6 miliar lembar (21,2%) dan milik Zico Allshore Trust (S) Pte Ltd. AS sebanyak 5,34 miliar lembar (17,1%) sehingga kemungkinan besar transaksi kemarin dilakukan oleh kedua entitas tersebut.

Baik Lion Trust maupun Zico Allshores merupakan perusahaan trust yang berlokasi di Singapura. Sebagai informasi perusahaan Trust adalah badan hukum yang berfungsi untuk melakukan tugas administrasi dan manajemen serta transfer aset untuk kepentingan kliennya.

Mengacu pada situs resmi perusahaan CENT adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Pada 2020 perusahaan mengelola 2.250 tower atau menara telekomunikasi dan 849 distributed antenna system (DAS).

CENT juga merupakan salah satu investee dari firma investasi swasta yang didirikan oleh Patrick Walujo dan Glenn Sugita yakni Northstar Group. Pada periode sembilan bulan tahun lalu, CENT berhasil mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 699,4 miliar atau meningkat dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 462,3 miliar.

Namun laba bersihnya minus alias merugi Rp 83,2 miliar. Padahal hingga kuartal ketiga tahun 2019 laba bersihnya masih positif Rp 12,5 miliar. Penurunan laba bersih diakibatkan oleh kenaikan beban bunga utang dari Rp 173,2 miliar menjadi Rp 382,7 miliar per September tahun 2020.

Harga saham CENT ditutup di Rp 182/unit atau mengalami koreksi sebesar 2,67% pada perdagangan kemarin. Namun di sepanjang tahun berjalan, nilai kapitalisasi pasar CENT masih berada di zona apresiasi dengan kenaikan mencapai 28,17%. Hal tersebut membuat nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 5,7 triliun.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan perusahaan kemarin perusahaan berencana akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Maret nanti.

Salah satu mata acaranya adalah untuk meminta persetujuan atas peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan serta disetor Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar 34.000.000.000 (tiga puluh empat miliar) atau lebih dari 100% dari total saham beredar saat ini dengan nominal saham Rp 100/unit.

Peningkatan modal ditempatkan dan disetor tersebut akan dilaksanakan dalam Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK No. 32/2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sehubungan dengan PUT IV dengan memberikan HMETD sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran PUT IV dengan memberikan HMETD tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Karenanya, Perseroan berencana untuk melaksanakan penambahan modal melalui PUT IV dengan memberikan HMETD dimaksud dalam periode 12 (dua belas) bulan tersebut.

Apabila pemegang saham lama tidak menebus haknya maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi 52%. Dalam keterbukaan informasi tersebut perusahaan menyebut dana yang diraup dari right issue tersebut nantinya akan digunakan sebagai modal kerja dan belanja modal yang dapat menunjang pertumbuhan bisnis emiten telekomunikasi Tanah Air ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading