Geber Modal Rp 3 T, BNBA Jajaki Gandeng E-Commerce & Fintech

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 February 2021 15:35
Bank Bumi Arta (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) menyatakan pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan modal inti perusahaan sesuai dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Rp 2 triliun di akhir tahun ini dan Rp 3 triliun pada tahun depan.

Perusahaan menyatakan terbuka dengan segala opsi sebagai upaya untuk meningkatkan modal inti ini.

"Kami mempertimbangkan semua opsi untuk dapat meningkatkan kinerja bank dan agar bisa memenuhi ketentuan permodalan yang ada. Dan kami merasa yakni hal tersebut akan dapat dipenuhi pada waktunya," kata manajemen perusahaan dalam keterbukaan informasinya, dikutip Rabu (24/2/2021).


Pernyataan ini sebagai hasil dari paparan publik insidentil yang diminta oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran harga sahamnya begitu liar dalam sepekan terakhir. Bank ini tak menyebutkan secara rinci upaya apa yang akan dilakukan untuk memenuhi kewajibannya ini.

Namun demikian, perusahaan menampik kabar adanya proses akuisisi Bank Bumi Arta oleh Sea Group, induk Shopee.

"Pada intinya perseroan juga baru mengetahui berita tersebut dari media atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham," terangnya.

Hanya saja, pihaknya menegaskan, salah satu fokus bisnis bank ini di 2021 adalah pengembangan digitalisasi sistem perbankannya.

Sejalan dengan pengembangan ini perusahaan akan memiliki kesempatan untuk sinergi dengan e-commerce, aplikasi jasa transportasi, hiburan dan fintech serta dengan sistem pembayaran digital dan online payment.

Sejalan dengan itu, perusahaan menargetkan kinerja laba bank tahun ini bisa tumbuh 15%-17%, dengan catatan kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini mulai mereda.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan bisnis di tahun ini sejalan dengan target OJK bahwa industri perbankan akan tumbuh 7%-9% pada 2021.

Untuk kredit bermasalah (non performing loan/NPL), tahun ini ditargetkan dapat dijaga di bawah level 2% dimana hingga September 2020 lalu NPL sebesar 1,5%.

Sebelumnya BEI meminta BNBA menggelar public expose insidentil pada Selasa kemarin seiring dengan liarnya saham perusahaan.

Kenaikan harga saham BNBA sebagai dampaknya dari investor yang masih berspekulasi mengenai kabar Sea Group yang berbasis di Singapura yang diisukan tertarik mencaplok Bank Bumi Artha dan PT Bank Capital Tbk (BACA) untuk ekspansi ke bisnis bank digital.

Meskipun faktanya, Sea Group justru mencaplok PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE) dan resmi mengganti nama bank tersebut menjadi PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank).

Data BEI mencatat saham BNBA masih dihentikan sementara (suspensi) sejak Senin pekan ini (22/2). Suspensi itu sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BNBA.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading