Dihantam Pandemi 2020, Laba ITMG Ambles 70% Jadi Rp 554 M

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
24 February 2021 13:25
A coal barge is pulled along the Mahakam river in Samarinda, East Kalimantan province, Indonesia, March 3, 2016. Picture taken March 3, 2016. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Laba bersih emiten pertambangan baru bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melorot hingga 70% sepanjang tahun lalu di tengah pandemi Covid-19. Laba bersih ITMG tercatat US$ 39,47 juta atau setara dengan Rp 554 miliar (kurs Rp 14.000/US$).

Laba bersih tersebut ambles dari periode yang sama tahun 2019 yakni laba bersih US$ 129,47 juta atau setara dengan Rp 1,82 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020 yang dipublikasikan Rabu ini (24/2), pendapatan ITMG juga ambruk 100% menjadi US$ 1,185 miliar atau setara dengan Rp 16,59 triliun, dari sebelumnya US$ 1,715 miliar atau sekitar Rp 24 triliun.


Adapun beban pokok pendapatan turun menjadi US$ 986,19 juta dari sebelumnya US$ 1,39 miliar.

Meski beban pokok turun, masih ada tekanan di pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi, di mana ada perubahan nilai wajar lindung nilai arus kas sebesar US$ 10,65 juta dari sebelumnya hanya US$ 5,28 juta.

Pendapatan terbesar ITMG berasal dari penjualan batu bara pihak ketiga mencapai US$ 1,08 miliar turun tahun sebelumnya US$ 1,52 miliar. Kemudian pendapatan dari bahan bakar juga turun menjadi US$ 49,14 juta dari US$ 79,05 juta, serta pendapatan jasa melorot jadi US$ 2,72 juta dari US$ 3,75 juta.

"Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, terdapat penurunan kondisi ekonomi sebagai akibat wabah Covid-19, yang sangat mempengaruhi di antaranya permintaan global atas barang dan jasa serta komoditas mineral dan supply chain," kata manajemen ITMG, dalam laporan keuangannya.

"Manajemen telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi dampak dari kejadian ini terhadap kegiatan operasional Grup."

Manajemen ITMG menyatakan, "namun demikian, dampak jangka panjang hingga saat ini sulit untuk diprediksi. Manajemen akan terus memonitor hal ini dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi risiko terkait dan ketidakpastian terkait hal tersebut di masa depan," tulis ITMG.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading