Goks! Saham Bank Mini Ngamuk Lagi, Ini 5 Top Gainers-Losers

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
24 February 2021 12:02
Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat menguat di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah berbalik arah ke zona merah pada penutupan sesi I hari ini (24/2/2021).

Data BEI mencatat, IHSG ditutup melemah 0,25% ke posisi 6.257,28 pada penutupan sesi I perdagangan, Rabu (24/2/2021). Terdapat 184 saham naik, 252 saham merosot dan 190 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,05 triliun dan volume perdagangan mencapai 21,64 miliar saham.

Investor asing pasar saham ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 140,27 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 22,21 miliar.


Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (24/2).

 

Top Gainers

  1. Yelooo Integra Datanet (YELO), saham +34,44% Rp 121, transaksi Rp 12,4 M

  2. Bank Harda Internasional (BBHI), +24,71% Rp 1.060, transaksi Rp 37,4 M

  3. Bank Neo Commerce (BBYB), +23,66% Rp 810, transaksi Rp 38,8 M

  4. Bank MNC International (BABP), +21,82% Rp 67, transaksi Rp 15,9 M

  5. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), +21,77% Rp 1.790, transaksi Rp 257,1 M

Top Losers

  1. Ever Shine Tex (ESTI), saham -6,52% Rp 86, transaksi Rp 9,3 M

  2. Energi Mega Persada (ENRG), -4,72% Rp 121, transaksi Rp 21,6 M

  3. Harum Energy (HRUM), -4,35% Rp 6.600, transaksi Rp 193,3 M

  4. Bank Jago (ARTO), -4,19% Rp 9.725, transaksi Rp 25,5 M

  5. Buyung Poetra Sembada (HOKI), -4,11% Rp 280, transaksi Rp 25,5 M

 

YELO mencatatkan kenaikan saham tertinggi pada sesi I hari ini. Saham ini adalah salah satu saham yang sedang diawasi oleh BEI lantaran harga sahamnya yang mengalami peningkatan di luar kebiasaan (UMA, unusual market activity).

Menurut data BEI, tercatat YELO hampir menembus level batas atas alias auto reject atas (ARA) secara berturut-turut selama 2 hari terakhir. Tercatat kenaikan tersebut sebesar 34,00% ke Rp 64/unit dan pada Senin (22/2), 34,33% ke Rp 90/unit pada Selasa (23/2).

Sementara, di peringkat kedua sampai kelima top gainers pada sesi I hari ini, didominasi oleh saham-saham bank mini atau bank kategori BUKU II (bank umum kelompok usaha dengan modal inti Rp 1-5 triliun).

Lonjakan harga saham-saham bank mini tersebut tampaknya masih didorong oleh sentimen konsolidasi perbankan yang mewajibkan modal inti bank minimal Rp 2 triliun di tahun ini oleh OJK.

Menurut Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020, bank diharuskan memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun tahun 2020, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022, sehingga, ada spekulasi, bank-bank yang belum memenuhi ketentuan harus melakukan merger atau akuisisi atau penambahan modal dari pemilik bank tersebut.

Sinyal akan lebih ramainya aksi korporasi berupa merger pada tahun ini sempat dihembuskan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

Menurut Wimboh, dengan mempertimbangkan persaingan industri jasa keuangan ke depan yang akan semakin ketat dengan era digitalisasi, kebutuhan modal juga harus semakin kuat, terutama di sektor perbankan.

OJK juga sudah memberlakukan kebijakan menaikkan modal inti bank menjadi Rp 3 triliun secara bertahap mulai tahun 2022. OJK juga mendorong bagi bank yang belum bisa memenuhi ketentuan modal inti minimal ini harus mencari partner strategis.

"Trennya [di 2021] akan lebih banyak lagi bank yang melakukan akuisisi dan merger," kata Wimboh, dalam pemaparan secara virtual, Selasa (26/1/2021).

Menurut Wimboh, tren konsolidasi industri jasa keuangan diyakini akan lebih cepat dengan. Hal ini terlihat dari belakangan ini ada 4 bank yang sudah melakukan merger untuk meningkatkan daya saingnya di industri.

"4 bank merger dalam rangka itu, apabila bisa memenuhi sendiri silakan. Permodalan ini suatu proses yang dinamis karena kompetisi akan berat dengan teknologi," ujarnya.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading