PSBB Membuat Aktivitas UMKM Melambat di Kuartal IV-2020

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
18 February 2021 13:55
Pengrajjn  memperbaiki gitar pelanggan di servis gitar pak Manto, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021). Selain mereparasi gitar, Manto juga memproduksi gitar akustik yang dijual dari harga ratusan ribu hingga juta, tergantung jenis dan tingkat kesulitannya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - BRI Micro & SME Index (BMSI) tercatat mengalami penurunan dari 84,2 pada kuartal III-2020 menjadi 81,5 di kuartal IV-2020.

Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengatakan BMSI merupakan indeks yang menilai pelaku UMKM atas aktivitasnya, terdiri atas indeks aktivitas bisnis, untuk melihat situasi sekarang dan juga 3 bulan YAD.

"Secara historis pertumbuhan ekonomi kuartal IV karena faktor musiman. Kuartal IV 2020 kontraksi lebih kecil. Dunia usaha optimis menyongsong 2021. Tercermin dari hasil survei aktivitas bisnis kuartal IV 2020, indikasikan kegiatan usaha UMKM mulai menggeliat dan memiliki optimisme perbaikan," katanya dalam Press Conference BRI Micro and SME Index secara virtual di Jakarta, Kamis (18/2/2021).


Dia menambahkan, penurunan BMSI sejalan dengan penurunan PDB sebesar -0,42% dari kuartal III ke kuartal IV-2020. Penurunan ini disebabkan tiga faktor, yaitu dampak pengetatan aktivitas sosial dan mobilitas masyarakat, faktor musiman dan cuaca yang mengganggu produksi UMKM.

Adanya kebijakan PSBB ketat di akhir kuartal III-2020, yang diikuti pengurangan hari libur Natal dan Tahun Baru 2020 membuat banyak konsumen membatalkan rencana liburan dan belanja akhir tahunnya, yang selanjutnya menekan kinerja bisnis UMKM.

"Namun demikian, walau BMSI mengalami penurunan, optimisme pelaku UMKM tetap terjaga. Hal ini tercermin indeks ekspektasi BMSI tercatat di atas 100 yaitu 105,4 pada kuartal IV-2020. Ini menunjukkan mayoritas pelaku UMKM masih optimis aktivitas usahanya akan semakin membaik pada kuartal I-2021," jelasnya.

Adapun komponen BMSI yang mencatat penurunan yang terbesar adalah volume produksi dan nilai penjualan. Sehingga, volume persediaan barang input, barang jadi, serta penggunaan tenaga kerja juga lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Jika dilihat BMSI sektoral, hampir semua sektor mengalami penurunan, kecuali sektor industri pengolahan.

Penurunan tertinggi terjadi pada sektor hotel dan restoran. Penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat untuk aktivitas perjalanan, serta pemangkasan hari libur akhir tahun membuat banyak konsumen membatalkan rencana perjalanan wisata dan belanjanya. Hal ini menyebabkan banyak usaha perhotelan, transportasi, dan perdagangan mengalami penurunan pendapatan.

Di sisi lain, penurunan BMSI sektor pertanian berhubungan dengan awal musim tanam, sehingga produksi pertanian, khususnya tanaman bahan makan mengalami penurunan. Lebih lanjut, level BMSI sektor pertambangan dan konstruksi juga lebih rendah dari kuartal sebelumnya, karena tingginya curah hujan yang mengganggu aktivitas konstruksi (perumahan) dan kegiatan produksi pertambangan. Sebaliknya, BMSI sektor industri pengolahan meningkat, seiring dengan naiknya aktivitas usaha untuk mengantisipasi permintaan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dalam survey kali ini BRI mendapatkan temuan menarik, meskipun penilaian pelaku UMKM terhadap perekonomian secara umum menurun, ternyata penilaian terhadap kinerja pemerintah masih tetap tinggi. Hal ini terlihat pada meningkatnya indeks kepercayaan pelaku usaha (IKP) UMKM kepada pemerintah pada kuartal IV-2020 ke level 136,3 dari level 126,8 di kuartal sebelumnya.

IKP di atas batas 100 menandakan bahwa pelaku UMKM percaya pada kemampuan pemerintah menjalankan tugas dan kewajibannya. Kenaikan komponen IKP kuartal IV-2020 tertinggi terjadi pada indikator keyakinan yang mengukur kemampuan pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pelaku UMKM tampaknya lebih yakin bahwa perekonomian akan kembali pulih apabila pandemi berhasil dikendalikan. Selain itu rencana pemerintah yang akan terus membantu pemulihan sektor UMKM melalui kelanjutan PEN 2021 juga turut menambah keyakinan tersebut.

Sebagai informasi, survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM Bank Rakyat Indonesia memiliki sampel sebanyak 5.000 responden perusahaan UMKM yang tersebar di semua sektor ekonomi dan di 33 provinsi. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratified systematic random sampling, sehingga dapat merepresentasikan sektor usaha, provinsi dan skala usaha.

Survei ini dilakukan oleh BRI Research Institute pada tanggal 11 Januari sampai 3 Februari 2021. Wawancara dilakukan melalui telepon dengan pengawasan mutu yang ketat sehingga data yang terkumpul valid dan reliabel.

"Survei BMSI kuartal IV dilakukan di 33 provinsi dengan responden 5.000 pelaku UMKM. Angka ini naik 67%, awalnya 3 ribu responden. semoga kuartal berikutnya bisa naik lagi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading