Sektor Pariwisata Babak Belur, PDB Thailand 2020 Anjlok 6,1%!

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 February 2021 16:30
The gate of Government House is seen in Bangkok, Thailand February 8, 2019. REUTERS/Jorge Silva

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomiĀ Thailand sepanjang tahun lalu anjlok 6,1%. Faktor utama adalah pandemi Covid-19 yang berimbas pada keterpurukan industri pariwisata ditambah pergolakan politik yang masih berlangsung hingga kini.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/2/2021), kontraksi 6,1% tahun lalu adalah yang terburuk sejak 1997. Saat itu, PDB anjlok 7,6% selama krisis keuangan Asia pada tahun 1997.

Para pejabat Thailand memperkirakan ekonomi akan berkembang sangat lambat dari perkiraan semula pada tahun 2021. Meskipun ada sedikit perbaikan dalam tiga bulan terakhir tahun 2020.

"Ekonomi telah pulih dari kuartal sebelumnya karena paket stimulus pemerintah yang meningkatkan pengeluaran," kata Danucha Pichayanan, Sekretaris Jenderal Kantor Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC), dalam konferensi pers.

Sebelumnya, sekitar 40 juta turis diperkirakan akan tiba pada tahun 2020. Tetapi, akibat pandemi, perjalanan internasional semakin berkurang akibat pengetatan perjalanan di berbagai negara. Hasilnya bisa ditebak, ketika tidak ada turis, sektor jasa negara, hiburan, ritel, hotel, dan restoran tidak dapat bergerak.



Ekonomi Thailand yang terjun bebas juga menjadi faktor dalam gerakan protes yang dipimpin pemuda yang menyerukan pengunduran diri perdana menteri Prayut Chan-O-Cha. Massa juga menyerukan reformasi konstitusi dan perubahan ke monarki.

Saat ditanya mengenai iklim politik Thailand, Danucha menyiratkan bahwa hal itu memberikan pukulan lebih lanjut.

"Perekonomian Thailand mengandalkan investasi dan ekspor. Situasi politik akan memengaruhi kepercayaan investor," ujarnya.

Perekonomian Thailand juga memperlihatkan ketidaksetaraan yang dalam antara orang kaya dan miskin dalam masyarakat Thailand.

Menanggapi kemerosotan pandemi, pemerintah menerapkan rekor paket stimulus 1,9 triliun baht, pemberian uang tunai, dan insentif pajak. Perbaikan ekonomi lebih lanjut akan bergantung pada pengelolaan pandemi dan meningkatkan pengunjung, menurut Danucha.

"Wabah dan peluncuran vaksin, bersama dengan pemulihan pariwisata, adalah faktor ekonomi utama tahun ini," ujarnya.

Thailand telah mencatat lebih dari 24.500 kasus Covid-19, dengan lonjakan sekitar 20.000 infeksi sejak akhir tahun lalu, setelah gelombang kedua yang berasal dari negara tersebut.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading