PPnBM Dipangkas, Bagaimana Nasib Harga Bekas Avanza Cs?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 February 2021 12:40
Penjualan Mobil Bekasi di WTC Mangga Dua (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjual mobil bekas menyebutkan keputusan pemerintah untuk memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) di sektor otomotif tahun ini memiliki dampak negatif dan positif pada penjualan mobil bekas.

Fahmi, Pemilik Showroom Nava Sukses Motor di Fatmawati, Jakarta Selatan mengatakan efek negatif yang ditimbulkan adalah akan terjadi penurunan harga untuk penjualan mobil bekas.

"Negatifnya pasti harga jual mobil-mobil pasti ada pengurangan tapi pasti nggak terlalu signifikan, juga mengingat kebijakannya juga sementara dan stok unit mobil barunya nggak terlalu banyak," kata Fahmi kepada CNBC Indonesia pekan ini.


Sebab, sejak akhir tahun lalu sebenarnya pasar mobil bekas sudah mulai diramaikan oleh pembeli, tapi masih terkendala dengan ketersediaan unit mobil yang dijual.

Namun dengan adanya relaksasi aturan ini, akan menambah suplai mobil bekas karena banyak orang yang memilih untuk berganti mobil dengan yang baru.

Dia menjelaskan kelangkaan mobil bekas di showroom dan juga harga yang akhir-akhir ini merangkak naik juga disebabkan oleh menurunnya penjualan mobil baru.

"Kelangkaan dan harga yang naik akhir-akhir di mobil bekas juga disebabkan menurunnya penjualan mobil baru jadi supply demand mobil bekas jadi turut kena imbasnya," jelasnya.

Pemerintah menyebutkan relaksasi akan dilakukan secara bertahap. Relaksasi PPnBM diusulkan untuk dilakukan sepanjang tahun 2021, dengan skenario PPnBM 0% (Maret-Mei), PPnBM 50% (Juni-Agustus), dan 25% (September-November).

Pemberian insentif penurunan PPnBM perlu didukung dengan revisi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor. Yakni akan adanya aturan uang muka (down payment/DP) 0% dan penurunan ATMR Kredit (aktiva tertimbang menurut risiko) untuk kendaraan bermotor.

Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, maka diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit.

Adanya relaksasi ini, estimasi terhadap penambahan output industri otomotif akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.

"Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun," ungkap Menko Airlangga.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading