Resmi! Bank Milik Arifin Panigoro Naik Kelas ke BUKU III

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 February 2021 15:18
Arifin Panigoro (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank milik pengusaha dan pendiri Grup Medco, Arifn Panigoro, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) naik kelas menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) III atau bank dengan modal inti mulai dari Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun.

Direktur Bank Woori Saudara, Sadhana Priatmadja mengatakan, naik kelasnya perseroan menjadi bank BUKU III mengacu kepada surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. SRl0/P8.32/2021 tanggal 8 Februari 2021 perihal Penetapan PT Bank Woori Saudara lndonesia 1906 Tbk dari Bank dengan kategori BUKU 2 menjadi BUKU 3.

"Bersama ini kami sampaikan bahwa Perseroan telah ditetapkan ke dalam kelompok Bank Umum Berdasarkan Kegiatan Usaha 3 (BUKU 3) terhitung seiak tanggal 8 Februari 2021," kata Sadhana, dalam keterbukaan informasi, Rabu (10/2/2021).


Sadhana pun menyebut, tidak terdapat dampak material dari naik kelasnya perseroan menjadi bank BUKU III ini. Mengacu laporan keuangan September 2020, modal inti Bank Woori saat itu sebesar Rp 5,29 triliun, naik dari Desember 2019 Rp 4,94 triliun.

Merujuk pada data Direktori Perbankan 2018 yang dipublikasikan OJK, bank ini beralamat di Jalan Diponegoro No.28, Bandung.

Sebelum menjadi Bank Woori Saudara, bank ini tercatat sudah beberapa kali berganti nama sejak berdiri pertama kali bernama PT Bank Tabungan Himpunan Saudara (HS) sampai dengan 15 Juni 1974.

Kemudian berganti nama menjadi PT Bank HS 1906 pada April 1992. Setelah itu berubah menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906 sejak Juli 1993. Masuk ke pasar modal pada Februari 2007, bank ini menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk dan kemudian menjadi PT Bank Woori Saudara Indonesia Tbk (SDRA) sejak 30 Desember setelah masuknya Woori Bank Korea sebagai pemegang saham pengendali perseroan.

Struktur pemegang saham perseroan yang efektif sampai dengan 17 Desember 2020, Woori Bank Korea menggenggam kepemilikan saham sebesar 79,88%. Arifin Panigoro sebesar 9,60%, sedangkan saham publik beredar sebesar 10,52%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading