Naik Pelan-pelan, Harga Batu Bara Siap ke US$ 90/Ton Lagi

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
10 February 2021 10:43
An undated handout photo of Whitehaven Coal's Tarrawonga coal mine in Boggabri, New South Wales, Australia.   Whitehaven Coal Ltd/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kontrak futures (berjangka) batu bara termal ICE Newcastle kembali ditutup menguat pada perdagangan kemarin, Selasa (9/2/2021). Harga si batu legam naik 1,35% ke level US$ 86,15/ton. 

Harga kontrak batu bara yang aktif ditransaksikan di bursa berjangka ini mengalami apresiasi dalam 4 hari perdagangan beruntun. Di minggu ini saja harga batu bara telah menguat 2,56%. 

Harga kontrak batu bara mengalami volatilitas yang tajam sejak akhir Desember tahun lalu. Sejak awal tahun harga kontrak batu bara bergerak di level terendah US$ 75/ton dan tertinggi di US$ 91/ton.


Sentimen commodity supercycle yang ditopang oleh adanya stimulus ekonomi, likuiditas berlimpah dan adanya vaksinasi membuat kontrak berbagai komoditas berada dalam tren bullish.

Para fund manager yang kebanyakan adalah hedge fund global bertaruh harga minyak akan membaik seiring dengan pemotongan pasokan di tengah pulihnya permintaan. Harga minyak bahkan tembus level US$ 60/barel untuk Brent.

Kenaikan harga minyak juga memberi sentimen positif untuk harga batu bara. Maklum batu bara, minyak dan gas merupakan bahan bakar fosil. Geliat ekonomi China sejak kuartal kedua juga membuat permintaan batu bara naik.

Namun pasokan domestik yang tipis membuat harga batu bara lokal China melambung sehingga Negeri Panda harus membuka keran impornya. Di Jepang kenaikan harga gas alam cair (LNG) yang tinggi membuat harga listrik semakin mahal. 

Kombinasi kenaikan permintaan batu bara yang naik di musim dingin di berbagai negara terutama Asia dan harga komoditas substitusi yang juga mahal membuat batu bara lebih diminati untuk saat ini dan jadilah harganya naik seperti sekarang.

Kenaikan harga batu bara global juga turut mengerek naik harga batu bara acuan (HBA) di dalam negeri. Untuk bulan Februari, harga batu bara acuan RI mengalami kenaikan yang tajam ke posisi US$ 87,79 per ton, atau naik 15,75% dari posisi bulan Januari lalu di US$ 75,84/ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tumben Batu Bara Tahan Banting, Sejengkal Lagi ke US$ 60/ton


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading