PDB RI Kontraksi 2,07%, Tak Kejutan Buat IHSG

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 February 2021 11:08
Warga mempelajari platform investasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Analis menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan terguncang dengan rilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 yang mengalami kontraksi 2,07%.

Angka pertumbuhan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) tak jauh berbeda dengan proyeksi pelaku pasar, sehingga tidak ada sesuatu yang mengejutkan. 

Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis BPS pagi ini hampir sama dengan konsensus yang diperkirakan analis.


"Mirip konsensus. [Investor] Sudah priced in," kata Suria kepada CNBC Indonesia, Jumat (5/2/2021).

Dalam riset Pilarmas Investindo sekuritas, kontraksi ekonomi Indonesia disebabkan penurunan konsumsi masyarakat dan serapan investasi sebagai dampak dari pandemi.

Selain itu, turunnya produktivitas dan aktivitas industri dalam negeri ikut memberikan tekanan pada melambatnya ekonomi di tahun 2020.

Adapun BPS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun lalu tumbuh -2,07%. Angka ini Jauh memburuk ketimbang 2019 yang tumbuh 5,02%.

Namun demikian, angka ini tidak jauh berbeda dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 di -2,1%.

Namun demikian angka ini praktis menjadi pencapaian terburuk sejak 1998, saat Indonesia sedang bergulat dengan krisis multi-dimensi yang menjadi pemicu tumbangnya rezim Orde Baru yang berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Setelah krisis ekonomi pada tahun 1997, maka laju pertumbuhan ekonomi Indonesia turun (-13,16%) pada 1998, bertumbuh sedikit (0,62%) pada tahun 1999 dan setelah itu makin membaik.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading