Analisis Teknikal

Balik ke Atas 6.000, Siap-siap IHSG Ngamuk Lagi Hari Ini?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
02 February 2021 08:10
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Pasca ambruknya koridor lantai 1 di Tower 2 Gedung BEI kemarin (15/1/2018), hari ini aktifitas perdagangan saham kembali berjalan normal

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 3,5% ke 6.067,545 pada perdagangan Senin kemarin (1/2/2021), sekaligus menghentikan kemerosotan dalam 7 hari beruntun.

Meski berhasil menguat tajam, tapi data perdagangan mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) nyaris Rp 500 miliar, dengan nilai transaksi lebih dari Rp 23 triliun.

Data ekonomi dari dalam negeri memberikan angin segar bagi IHSG.


IHS Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan oleh Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia periode Januari 2021 sebesar 52,2. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,3.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Kalau sudah di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang memasuki masa ekspansi.

"Sektor manufaktur Indonesia masih berada di jalur pemulihan pada awal 2021. Produksi industri dan pesanan baru (new orders) meningkat ke posisi tertinggi. Tren ini akan mendorong kepercayaan diri pelaku usaha," kata Andrew Harker, Economics Director IHS Markit, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Yang bagus dari ekspansi tersebut adalah terjadi saat berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

PPKM di Jawa dan Bali berlangsung sejak 11 Januari lalu hingga 8 Februari mendatang. Hal tersebut dikhawatirkan akan memperlambat pemulihan ekonomi Indonesia, sebab kegiatan masyarakat banyak yang dibatasi.

Tetapi nyatanya sektor manufaktur Indonesia justru semakin berekspansi.

Sementara pada perdagangan hari ini, Selasa (2/2/2021), IHSG berpotensi kembali menanjak melihat bursa saham global yang menghijau Senin kemarin. Wall Street yang merupakan kiblat bursa saham dunia melesat, indeks Dow Jones +0,76%, S&P 500 + 1,61%, dan Nasdaq memimpin +2,55%.

Secara teknikal, penguatan tajam kemarin membuat IHSG kini kembali ke atas 6.000 dan rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50). Kenaikan tersebut terjadi setelah membukukan kemerosotan dalam 7 hari beruntun.

Terus merosotnya IHSG terjadi setelah membentuk pola 3 gagak hitam (three black crow). Pola tersebut merupakan sinyal pembalikan arah, dari sebelumnya dalam tren menanjak berubah menjadi turun, atau "malapetaka" bagi IHSG.

Pola three black crow terdiri dari 3 candle stick yang menurun, dengan posisi penutupan candle terakhir selalu lebih rendah dari candle sebelumnya.

IHSG yang kini berada di atas MA 50 memberikan peluang berlanjutnya penguatan IHSG, sekaligus menghentikan "bayang-bayang" tiga gagak hitam.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Tetapi jika kembali ke bawah 6.000, maka risiko berlanjutnya penurunan kembali muncul, dengan target ke kisaran 5.600 dalam beberapa hari ke depan.

Level 5.600 berada di dekat dengan MA 100 serta Fibonnanci Retracement 61,8% yang bisa menjadi support kuat. Fibonnaci tersebut ditarik dari level tertinggi September 2019 di 6.414 ke level terlemah tahun 2020 di 3.911 pada grafik harian.

Sementara itu Indikator stochastic pada grafik harian masih berada di wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Sebaliknya, stochastic pada grafik 1 jam kini mulai masuk wilayah jenuh beli.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Seperti disebutkan sebelumnya, dengan berada di atas 6.000 dan MA 50, IHSG berpeluang kembali menguat, selama mampu bertahan di atasnya. Resisten terdekat berada di kisaran 6.160, yang menjadi target penguatan. Jika mampu ditembus, IHSG berpotensi melesat ke 6.200.

Sementara jika kembali ke bawah 6.000, IHSG berisiko merosot lagi ke 5.950 hingga 5.920.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading