Hai Dividen Hunter! Cek Peluang Cuan di PTBA

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
01 February 2021 13:31
Doc.PTBA

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sepekan terakhir terjadi anomali di saham-saham batu bara, anomali ini terjadi setelah harga kontrak batu bara acuan Newcastle melesat kencang, namun saham-sahamnya terpaksa ambruk seiring dengan IHSG yang terkoreksi hingga 7%.

Harga kontrak batu bara newcastle sendiri saat ini berada di posisi US$ 89,95/ton melesat 3,57% dari posisi pekan lalu. Bahkan kontrak batu bara acuan ini sempat melesat ke atas level US$90/ton dan menyentuh level tertingginya selama 2 tahun terakhir di angka US$ 91/ton pada pekan lalu

Diantara saham-saham batu legam yang terkoreksi, salah satunya adalah saham batu bara Pelat Merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang sejak pekan lalu sudah anjlok 7,58% dan hingga perdagangan sesi pertama Senin (1/2/21) diperdagangkan di harga Rp 2.560/unit.


Meskipun demikian, sejatinya koreksi ini menjadi peluang besar untuk para investor terutama para dividend hunter untuk mengkoleksi saham PTBA yang memang tergolong masih murah dan doyan membagikan dividen dalam jumlah besar.

Catat saja pada tahun buku 2019, PTBA membagikan 90%% laba bersihnya sebagai dividen (dividen payout Ratio). Tahun ini sendiri Refinitv memprediksikan PTBA akan sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 2,245 triliun rupiah atau laba per saham (EPS) sebesar Rp 207/saham.

Di angka tersebut, apabila PTBA tetap membagikan DPR sebesar 90% maka bisa dipastikan setiap 1 lembar saham akan menerima dividen sebesar Rp 192/unit. Di harga Rp 2.560/ unit maka imbal hasil dividen alias dividend yield adalah sebesar 7,5%.

Angka ini tentunya menjadi menarik karena imbal hasil dividen PTBA berada di atas rata-rata bunga deposito di tengah suku bunga acuan yang terus dipangkas ke level terendah sepanjang sejarahnya oleh Bank Indonesia ke level 3,75%.

Apalagi investor tentunya tidak perlu menunggu lama untuk menerima dividen ini karena PTBA secara historis biasanya membagikan dividen sekitar bulan April hingga Juni atau 3 hingga 5 bulan lagi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading