1 Februari Jadi Sejarah, Raksasa Syariah RI Bangun dari Tidur

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
28 January 2021 11:28
Bank Syariah Indonesia. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan pra-peluncuran merger tiga bank syariah BUMN dengan entitas penerima yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) akan dilakukan pada awal Februari.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam Forum Media Group Summit 2021 yang digelar secara virtual, seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (28/1/2021).

"Dari klaster ada, 12 klaster, fokus dari perbankan, asuransi, energi, kesehatan, infralogistik, dan lainnya. Klaster-klaster ini memperkuat strategic value, sedang kita dorong minggu depan merger tiga bank syariah BUMN," kata pria yang kerap disapa Tiko.


"Nanti 1 Feburari akan dilaunch jadi entitas baru untuk Indonesia dan diharapkan akan masuk dalam ranking 7-8 nasional dan dalam lima tahun ke depan diharapkan akan menjadi salah satu pemain top ten global," kata Tiko melanjutkan.

Tiga bank yang bergabung di BRIS yakni BRISyariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT BNI Syariah. Ketiganya akan membentuk aset bersama senilai Rp 214,6 triliun dan diharapkan masuk TOP 10 global syariah bank dari sisi market capitalization atau kapitalisasi pasar.

Bank BRIS hasil gabungan alias BSI juga akan menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dengan modal inti sebesar Rp 20,4 triliun.

Jaringan akan ditopang 1.200 cabang di seluruh Indonesia dan 1.700 ATM di seluruh Indonesia, dengan 20.000 karyawan lebih di seluruh Indonesia. Tanggal efektif merger ini diharapkan pada awal Februari mendatang.

Pemerintah akan menjadi ultimate shareholder dari bank hasil penggabungan melalui Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) sebagai pemegang saham bank hasil penggabungan.

Adapun komposisi pemegang saham BSI nantinya yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 51,2%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 25,0%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4%, DPLK BRI-Saham Syariah 2%, dan investor publik 4,4%.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu menyebut pemerintah siap menyambut lahirnya bank syariah yang digadang-gadang akan menjadi bank syariah terbesar di Indonesia. Penggabungan ini, dianggap Jokowi bagaikan membangunkan raksasa yang sudah lama tertidur.

"Pemerintah memiliki concern besar untuk membangkitkan raksasa ini. Salah satunya dengan membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia," katanya kala itu.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading