BUMN SMF Rilis Obligasi & Sukuk Rp 2 T, Catat Rate Kuponnya!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 January 2021 15:17
Menkeu Sri Mulyani dan Dirut SMF Ananta Wiyogo/Dok Kemenkeu

Jakarta, CNBC Indonesia - BUMN pembiayaan sekunder perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp 2 triliun untuk mendukung ekspansi pembiayaan perusahaan.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di BEI, Selasa (26/1/2021), SMF akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2021 dengan nilai Rp 1,9 triliun atau tepatnya Rp 1.900.744.000.000.

Obligasi ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan V dengan nilai total Rp 19 triliun.


Perusahaan sudah merilis Tahap I Tahun 2019 senilai Rp 2 triliun, Tahap II Tahun 2019 senilai Rp 2,20 triliun, Tahap III Tahun 2020 senilai Rp 4 triliun, dan Tahap IV Tahun 2020 sebesar Rp 2,11 triliun.

Dengan demikian, perusahaan sudah merilis total Rp 12 ,21 triliun, jadi tersisa slot Rp 6,79 triliun yang masih bisa diterbitkan dengan skema obligasi berkelanjutan.

Adapun untuk obligasi sebesar Rp 1,9 triliun akan diterbitkan dalam dua seri. Seri A diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,5 triliun (Rp 1.500.084.000.000), tingkat bunga 4,75% dan tenor 370 hari. Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 400,66 miliar, tingkat bunga 5,75% dan tenor 3 tahun.

Sukuk

Perusahaan juga akan menerbitkan sukuk sebesar Rp 100,01 miliar. Penerbitan sukuk ini bagian dari Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I dengan nilai total Rp 2 triliun.

Perseroan sudah menerbitkan bagian pertama dan kedua dari Sukuk Mudharabah tersebut pada 2019 dan 2020 dengan nilai Rp 446 miliar, sehingga tersisa slot Rp 1,55 triliun lagi.

SMF menunjuk PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Indonesia, PT Maybank Kim Eng Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. PT Bank Mandiri Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Berdasarkan prospektus, masa penawaran umum obligasi dijadwalkan pada 4-5 Februari 2021. Penjatahan pada 8 Februari 2021. Distribusi secara elektronik pada 10 Februari 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Februari 2021.

"Seluruh dana hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan untuk menggantikan sebagian dana ekuitas yang telah disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur KPR (refinancing)," tulis manajemen SMF.

Per 30 September 2020 jumlah dana ekuitas yang telah disalurkan sebesar Rp 5,53 triliun.

"Seluruh dana hasil Penawaran Umum Sukuk, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, juga akan dipergunakan oleh perseroan untuk menggantikan dana ekuitas yang telah disalurkan untuk pembiayaan sekunder perumahan syariah melalui Unit Usaha Syariah Emiten."

Perseroan juga mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk penerbitan obligasi ini, sementara untuk sukuk yakni AAA(sy) atau Triple A Syariah.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading