Bos OJK: Status Sovereign Bikin Investor Lebih Pede ke SWF

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 January 2021 14:35
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021. (Tangkapan Layar Youtube Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan status sovereign bagi Lembaga Pengelola Investasi (Soverign Wealth Fund/SWF) yang di dunia internasional dikenal dengan nama Indonesia Investment Authority (INA).

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dengan memberikan status sovereign bagi LPI akan memberikan confident bagi investor terhadap lembaga ini.

"2021 tetap mendorong program pemerintah di antaranya LPI, kita kasih status sovereign untuk memberi confident LPI," terang Wimboh, dalam acara secara daring, Selasa (26/1/2021).


Pemberian status ini merupakan salah satu dari fokus kebijakan OJK dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, Lembaga Pengelola Investasi (sovereign wealth fund) dibentuk berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai salah satu game changer dalam pemulihan ekonomi nasional.

Dalam pembentukan SWF ini pemerintah menargetkan bahwa akan memiliki dana kelolaan senilai Rp 75 triliun sampai akhir tahun 2021.

Pada tahap awal pemerintah telah menyiapkan modal awal sekitar Rp 15 triliun. Dengan modal awal hingga sebesar Rp 75 triliun tersebut, pemerintah menilai SWF akan mampu menarik atau mengelola investasi yang masuk ke Tanah Air sekitar Rp 225 triliun atau tiga kali lipat dari modal awal.

Baru-baru ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga sudah menyetujui usulan tiga nama calon anggota Dewan Pengawas SWF. Tiga nama calon Dewas LPI yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan telah disetujui DPR yakni Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes, dan Haryanto Sahari. Sedangkan, pekan ini, Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengumumkan secara langsung pucuk pimpinan LPI.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading