Adhi Catat Kontrak Baru Rp 19,7 T di 2020, Laba Ambles 96%

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 January 2021 09:20
gedung adhi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru sepanjang tahun lalu senilai Rp 19,7 triliun.

Jumlah ini naik dari realisasi kontrak baru perusahaan pada 2019 yang sebesar Rp 14,7 triliun, atau tumbuh 34% year on year (YoY).

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, dengan nilai kontrak baru tersebut hingga 31 Desember 2020, order book perusahaan mencapai Rp 49,2 triliun.


Jika dirinci, bisnis konstruksi dan energi menyumbang 93% dari total kontrak baru perusahaan. Lalu bisnis properti sebesar 6% dan sisanya dari bisnis lain.

Berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 19%, MRT sebesar 7%, jalan dan jembatan sebesar 56%, serta proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek EPC sebesar 18%.

Sedangkan berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 44%, BUMN sebesar 11%, swasta sebesar 5%, dan investasi sebesar 40%.

Untuk tahun ini, perusahaan optimis bisa memperoleh pertumbuhan kontrak di kisaran 15-20%. Hal ini, didorong dengan masih besarnya alokasi anggaran pemerintah untuk pembiayaan infrastruktur di tahun depan mencapai Rp 414 triliun, anggaran untuk infrastruktur tersebut naik 47%.

Direktur Utama Adhi Karya Enthus Asnawi mengatakan ekonomi tahun depan diperkirakan akan pulih seiring dengan adanya kejelasan mengenai vaksinasi untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

"Prediksi kami tahun depan [2021] itu, program PEN [Pemulihan Ekonomi Nasional] dari pemerintah jalan terus, budget infrasturktur juga besar. Saya kira, kita optimis bisa tumbuh," kata Enthus, dalam paparan publik secara daring, Selasa (15/12/2020).

Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir September 2020 laba bersih ADHI turun 95,6% secara tahunan menjadi Rp 15,6 miliar. Penurunan ini sejalan dengan anjloknya pendapatan sebesar 5,4% secara tahunan menjadi Rp 8,5 triliun pada September 2020.

Sedangkan laba kotor, turun 17,7% secara tahunan menjadi Rp 1,1 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading