Saat IHSG Rontok, Asing Malah Serok Saham-saham Ini

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
19 January 2021 11:34
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak ke zona merah pada perdagangan awal sesi I, Selasa ini (19/1/2021) setelah pekan lalu indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terus mencatatkan penguatan.

Data BEI mencatat, pada pukul 10:50 WIB, IHSG minus 0,44% di level 6.361,75, bahkan sempat ambles hingga ke level 6.288.

Ada 129 saham naik, 331 saham turun, dan 152 saham stagnan, dengan nilai transaksi Rp 9,87 triliun. Investor asing mencatatkan beli bersih di pasar reguler Rp 162,59 miliar.


Disaat IHSG terkoreksi, ada setidaknya enam saham yang pagi hari ini diborong oleh investor asing. Adapun keenam saham tersebut yakni:

Pada pukul 10:50 WIB, di posisi pertama, tercatat asing membeli saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) sebesar Rp 36,8 miliar. Saham INKP sendiri masih mampu melesat di tengah pelemahan IHSG, yakni melesat 5,8% ke posisi Rp 13.225/saham.

Sedangkan diposisi kedua terdapat saham PT Astra International Tbk (ASII), di mana asing melakukan aksi beli bersih di saham tersebut sebesar Rp 33,7 miliar. Saham ASII sendiri cenderung stagnan di level Rp 6.675/saham.

Adapun di posisi keenam diduduki oleh saham anak usaha Astra International, PT United Tractor Tbk (UNTR), di mana investor asing lakukan net buy sebesar Rp 7,6 miliar. Saham UNTR sendiri ambles 1,5% ke level Rp 26.300/saham.

Data PDB China yang dirilis Senin kemarin mampu mencatat pertumbuhan impresif di kuartal IV-2020, dan dikatakan sudah mencapai pemulihan V-shape. Namun, ke depannya perekonomian Negeri Panda tersebut diprediksi akan kembali melambat.

"PDB kuartal IV-2020 China luar bisa. Jika anda melihat 6,5%, itu bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan sebelum pandemi Covid-19 melanda. Dari perspektif itu, pemulihan ekonomiV-shape China sudah tercapai," kata Haibin Zhu, kepala ekonom China di JP Morgan, sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (18/1/2021) kemarin.

Dengan data kuartal IV tersebut, menjadi yang terendah dalam 4 dekade terakhir. Tetapi, di tengah pandemi virus corona (Covid-19), pertumbuhan tersebut menjadi yang terbaik di antara negara-negara dengan nilai ekonomi terbesar di dunia.

Meski demikian, Zhu memperingatkan pemulihan ekonomi China terancam melambat sebab provinsi Hebei yang berbatasan dengan ibu kota Beijing kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. Sebagian wilayah Hebei juga sudah melakukan pembatasan wilayah (lockdown).

Sejak 13 Januari lalu, China konsisten melaporkan penambahan kasus Covid-19 di atas 100 orang.

Tidak hanya di China, lonjakan kasus juga terjadi banyak negara, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat. Alhasil kebijakan pengetatan pembatasan sosial dilakukan, dan pemulihan ekonomi global kemungkinan akan terhambat.

Hal ini lah yang membuat efek data PDB China belum maksimal. Tapi ketika tanda-tanda penurunan penyebaran Covid-19 terlihat, tentunya sentimen investor akan langsung membaik, dan kembali memburu aset-aset berisiko.

Kasus Covid-19 di Indonesia juga sedang mengalami lonjakan, yang membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 Januari hingga 25 Januari nanti.

Selama sepekan pertama PPKM, rata-rata pasien positif corona bertambah 11.415 orang setiap harinya. Melonjak dibandingkan rerata sepekan sebelumnya yaitu 8.954 orang per hari.

Bahkan penambahan kasus harian sempat mencetak rekor baru selama empat hari beruntun. Saat ini rekor tertinggi penambahan kasus harian terjadi pada 16 Januari yang mencapai 14.224 orang.


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading