Banyak Nyangkut Nih! Saham Farmasi ARB 3 Hari Berturut-turut

Market - Putra, CNBC Indonesia
15 January 2021 10:39
Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham-saham yang bergerak di sektor farmasi kembali anjlok parah pada perdagangan hari ini, Jumat (15/1). Sejak Rabu (13/1) mayoritas saham farmasi memang sudah anjlok ke level terendah yang diijinkan regulator sehingga hari ini menjadikan hari ketiga koreksi saham-saham farmasi ke level terendahnya.

Saham farmasi anjlok meskipun sebelumnya muncul sentimen positif di mana BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memberikan lampu hijau penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjadi orang pertama yang disuntik Rabu silam, bersama dengan jajarannya di Istana Negara. Semua berjalan dengan baik, tapi tak begitu dengan saham-saham farmasi yang terus anjlok sejak hari itu.


Simak gerak saham-saham farmasi pada perdagangan hari ini.

Terpantau dari 6 emiten farmasi dan sektor pendukungnya 5 diantaranya ditransaksikan di zona merah bahkan semuanya anjlok menyentuh level terendah yang diijinkan oleh bursa alias ARB (auto reject bawah) dan hanya 1 yang berhasil menghijau.

Apresiasi hanya mampu dibukukan oleh emiten farmasi berkapitalisasi pasar terbesar di bursa yakni PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 4,08% ke level Rp 1.660/unit.

Sementara itu duo anak usaha Bio Farma yakni PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) juga terpaksa anjlok ke level ARB, saham keduanya terkoreksi 6,61% ke level harga Rp 5.650/unit.

Sementara itu koreksi paling parah dibukukan oleh PT Phapros Tbk (PEHA) yang anjlok hingga 6,99% ke level Rp 2.130/unit. Sedangkan emiten jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) juga terkoreksi 6,85% ke level Rp 2.990/unit.

Koreksi saham farmasi terjadi setelah kemunculan sentimen terkait vaksin Covid-19. Setelah BPOM memberikan lampu hijau penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac dan dimulainya vaksinasi tahap pertama di Tanah Air.

Sebelumnya pada Desember lalu Indonesia berhasil mengamankan sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac. Kemarin ada tambahan 15 juta bahan baku vaksin tiba di Tanah Air.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi sadikin mengatakan bahwa bahan baku tersebut akan langsung diproses dalam laboratorium milik Bio Farma untuk kembali ditindaklanjuti. Bio Farma memiliki waktu sekitar satu bulan untuk memproduksi vaksin.

"Sehingga nanti di awal Februari kita sudah punya 12 juta vaksin dari 15 juta bahan baku ini," terang mantan Wakil Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) itu kepada awak media.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading