10 Saham Ngamuk Saat Jokowi Divaksin, Grup Bakrie Jawaranya!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 January 2021 06:30
Presiden Joko Widodo menerima vaksinasi Covid-19 Perdana di Indonesia, 13 Januari 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr ) Foto: Presiden Joko Widodo menerima vaksinasi Covid-19 Perdana di Indonesia, 13 Januari 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr )

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,62% di posisi 6.435,21 pada perdagangan Rabu kemarin (13/1/2021). IHSG sempat melesat ke level tertinggi 6.464, dan ke bawah level terendah 6.395.

Penguatan indeks acuan utama bursa saham Indonesia ini terjadi setelah vaksinasi Covid-19 di Indonesia resmi dimulai dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang divaksin kemarin di Istana Negara.

Data BEI menunjukkan, ada 243 saham naik, 244 saham turun, dan 143 saham stagnan.


Adapun nilai transaksi perdagangan kemarin mencapai Rp 24,17 triliun, volume perdagangan 35,85 miliar saham dan frekuensi perdagangan 1,85 juta kali.

Dalam sepekan terakhir, IHSG sudah mencuat 6%, dan sebulan terakhir naik 8,45%.

Pada perdagangan Rabu kemarin, ada 10 saham mencatatkan penguatan signifikan.

10 Saham Top Gainers, Rabu (13/1)

1. Bumi Resources (BUMI) saham +33,77% di Rp 103

2. Bumi Resources Minerals (BRMS), +27,38% Rp 107

3. Energi Mega Persada (ENRG), +25,58% Rp 162

4. Acset Indonusa (ACST), +21,85% Rp 580

5. Antam (ANTM), +12,64% Rp 3.120

6. Smartfren Telecom (FREN), +10,61% Rp 73

7. Borneo Olah Sarana (BOSS), +7,69% Rp 224

8. PP Properti (PPRO), +7,14% Rp 105

9. Delta Dunia Makmur (DOID), +6,95% Rp 400

10. Timah (TINS), +6,65% Rp 1.925

Menarik melihat pergerakan tiga saham Grup Bakrie yakni BUMI, BRMS, dan ENRG. Saham BUMI menguat 45% dalam sepekan, dan meroket 106% dalam 3 bulan terakhir perdagangan.

Begitu pula dengan saham anak usahanya di tambang emas yakni BRMS, juga melesat 29% dalam sepekan, dan 87,72% dalam 3 bulan terakhir.

Adapun saham emiten Grup Bakrie di bidang migas, ENRG, naik 21% sepekan, dan terbang 200% dalam 3 bulan terakhir perdagangan di tengah laporan keuangan perusahaan yang membaik.

Sepanjang tahun lalu, saham-saham Grup Bakrie juga ada yang melesat bahkan jauh di atas kinerja IHSG, salah satunya ENRG. Tahun lalu, saham ENRG meroket 153%.

Hingga periode September 2020, kinerja ENRG memang oke. Produksi minyak perseroan mencapai 4.031 barel minyak per hari (boepd), capaian ini lebih tinggi 71% dibanding periode sama tahun 2019 sebesar 2.354 boepd.

Adapun, produksi gas ENRG sebanyak 179 juta kaki kubik per hari (mmcfd) lebih tinggi 28% dari sebelumnya 140 mmcfd.

Sampai dengan September, Energi Mega Persada tercatat membukukan perolehan laba bersih sebesar sebesar US$ 42,03 juta atau setara Rp 591,78 miliar dengan asumsi kurs Rp 14.800/US$ pada periode 9 bulan pertama 2020.

Perolehan tersebut melesat sebesar 253% dari tahun sebelumnya US$ 11,88 juta, atau setara Rp 167,27 miliar.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan naiknya penjualan bersih perseroan sebesar 24% menjadi US$ 239,09 juta dari sebelumnya US$ 191,99 juta.

Tahun ini, ENRG berencana menganggarkan belanja modal atau capital expenditure/capex sebesar US$ 100 juta atau setara Rp 1,41 triliun.

Adapun untuk BUMI, manajemen juga baru saja melaporkan kepemilikan saham ritel atas nama Bambang Sihono sebesar 5,52%.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, adalah Bambang Sihono yang telah menambah kepemilikan saham yang sebelumnya 5,46% atau 3,72 miliar lembar saham menjadi 5,52% atau 3,76 miliar lembar saham.

Berdasarkan data KSEI, pada pertengahan 2019 lalu, Bambang Sihono memiliki kepemilikan 2,98% di BUMI. Bambang menambah kepemilikan hingga mencapai 5,27% di pertengahan September 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading