Analisis Teknikal

Lampu Kuning Kakak! IHSG Naga-naganya Balik Arah di Sesi 2

Market - Putra, CNBC Indonesia
12 January 2021 13:05
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (12/1/21) ditutup hijau terbatas 0,21% ke level 6.396,04.

Sejatinya IHSG sempat melesat pada awal perdagangan menembus level 6.400 di level tertingginya 6.435 atau apresiasi 0,8% sebelum akhirnya kenaikan terpangkas dan sempat terperosok ke zona merah.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 325 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 15,37 triliun. 169 saham terapresiasi, 293 saham koreksi, sisanya 153 stagnan.


Sentimen yang menjadi penggerak utama pasar keuangan domestik hari ini adalah vaksin Covid-19. Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan untuk melabeli vaksin buatan Sinovac itu suci dan halal kini giliran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang angkat suara.

Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap hasil uji klinis tahap III vaksin Sinovac di RI, diperoleh tingkat keampuhannya (efficacy) sebesar 65,3%. Memang lebih rendah dibanding hasil yang diperoleh di Turki dan Brasil yang masing-masing mencapai 91,25% dan 78%.

Namun efficacy tersebut masih lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan WHO di angka 50%. Menurut keterangan BPOM vaksin Covid-19 yang diberinama CoronaVac tersebut juga aman dan hanya memberikan gejala ringan seperti demam.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, BPOM akhirnya merestui penggunaan vaksin CoronaVac untuk keadaan darurat (emergency use authorization/EUA). Setelah BPOM memberikan lampu hijau, Presiden Joko Widod (Jokowi) akan menjadi orang pertama di RI yang disuntik vaksin.

Proyeksi IHSG Sesi II, 12 Januari 2021/Tri PutraFoto: Proyeksi IHSG Sesi II, 12 Januari 2021/Tri Putra
Proyeksi IHSG Sesi II, 12 Januari 2021/Tri Putra

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Saat ini, IHSG berada di area batas atas maka pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi terkoreksi.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 6.444. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 6.365.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 75 yang menunjukkan adanya indikator jenuh beli yang menunjukkan potensi IHSG untuk terkoreksi sangat terbuka.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area batas atas, maka pergerakan selanjutnya cenderung bearish atau terkoreksi. Hal ini juga terkonfirmasi dengan indikator RSI yang jenuh beli.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading