Awal Pekan Harga CPO Drop di Bawah RM 3.800/ton, Ada Apa Ini?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
11 January 2021 10:45
Bongkar Muat Minyak Crude Palm Oil (CPO) (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mengawali perdagangan pertama pekan ini harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) Malaysia mengalami koreksi dan turun ke bawah RM 3.800/ton pasca reli kencang minggu lalu. 

Senin (11/1/2021) harga kontrak futures (berjangka) yang berakhir Maret 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange drop 0,81% dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu. Harga kontrak yang aktif ditransaksikan itu turun ke RM 3.799/ton pada 10.20 WIB.

Sepanjang pekan lalu, harga minyak nabati unggulan Malaysia ini naik 6,39%. Bahkan harga sempat menembus level tertinggi sejak 2011, meski kemudian sedikit terkoreksi.


Survei Reuters menunjukkan, stok CPO Malaysia pada Desember 2020 diperkirakan anjlok 22% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,22 juta ton. Ini adalah yang terendah sejak Juni 2007.

Sementara produksi diperkirakan ambles 11% ke 1,33 juta ton, terendah sejak Februari 2020. Kemudian ekspor diperkirakan naik 15% menjadi 1,5 juta ton, tetapi dengan produksi dan stok yang semakin terbatas angka ini bisa turun.

Faktor ketatnya pasokan akibat fenomena iklim La Nina yang dibarengi dengan kenaikan permintaan inilah yang memicu harga minyak sawit melesat tajam. Namun kenaikan yang sangat tinggi berpotensi mengalami koreksi kendati tidak secara langsung dalam waktu singkat.

Selisih harga (spread) dengan minyak nabati lain seperti minyak kedelai akan semakin menyempit. Ada kemungkinan konsumen akan beralih ke minyak nabati lain. Di sisi lain fenomena La Nina juga diperkirakan hanya akan bertahan sampai kuartal pertama saja. 

Prospek produksi di Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia akan pulih pada paruh kedua. Pemulihan produksi dan harga yang sudah tergolong 'mahal' akan membuat pasar cooling down.

"Harga CPO kemungkinan tertekan pada semester II-2021. Tekanan ini akan datang dari produksi kedelai dan biji bunga matahari yang meningkat,"kata Thomas Mielke, CEO Oil World, seperti dikutip dari Reuters.

Mielke memperkirakan produksi CPO Indoneisa pada tahun ini bisa naik 4,4 juta ton. Sementara produksi di Malaysia diperkirakan naik 0,3 juta ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading