Analisis Teknikal

Gokil! IHSG Bidik 6.450 Pekan Ini, Begini Alasannya

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
11 January 2021 08:54
Pembukaan Bursa Efek Indonesia (CNBC indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam sepanjang pekan lalu, hingga menyentuh level tertinggi nyaris 1 tahun terakhir.

Melansir data Refinitiv, IHSG pada hari Jumat menguat 1,69% ke 6.257,835, dan dalam sepekan penguatan tercatat sebesar 4,66%. Data perdagangan mencatat, dalam sepekan investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 3,12 triliun di pasar reguler sepanjang pekan lalu, dengan nilai transaksi mencapai Rp 93 triliun.

Penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS atau Wall Street menjadi salah satu pemicu kenaikan IHSG.


Wall Street beberapa kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan lalu, termasuk pada Jumat (8/1/2021). Rilis data tenaga kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi menimbulkan harapan perekonomian Paman Sam bisa segera bangkit dari kemerosotan.

Sebagai kiblat bursa saham dunia, pergerakan Wall Street tentunya akan mengirimkan hawa positif le pasar Asia, termasuk IHSG.

Sementara itu untuk hari ini, Senin (11/1/2021) kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat, atau yang saat ini disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi dimulai hari ini, dan berlangsung selama 2 pekan ke depan.

Selain itu, vaksinasi virus corona di Indonesia sudah bisa dimulai di pekan ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memberi label halal dan suci untuk vaksin penangkal virus yang awalnya mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China itu. Sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih melakukan uji untuk menerbitkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA).

Vaksin, apabila efektif, akan membentuk kekebalan tubuh sehingga mengurangi risiko infeksi virus corona. Jika sebagian besar populasi sudah menerima vaksin, maka akan tercipta kekebalan kolektif (herd immunity) sehingga rantai penularan bisa diputus. Pandemi pun bisa diakhiri dan rakyat Indonesia bisa hidup normal lagi.

Dua faktor dari dalam negeri, serta pergerakan Wall Street yang mencerminkan sentimen pelaku pasar global akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini, dan sepanjang pekan ini.

Secara teknikal, momentum penguatan IHSG kembali bertambah setelah menembus ke atas level 6.200.

IHSG juga masih bergerak di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA 50), 100 hari (MA 100), dan 200 hari (MA 200), yang menjadi modal untuk kembali menguat dalam jangka panjang.

Indikator stochastic pada grafik harian bergerak naik tetapi belum memasuki wilayah jenuh jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Sementara itu pada grafik 1 jam, IHSG berhasil menembus batas atas pola Ascending Triangle di 6.150.

Dengan demikian, peluang penguatan terbuka lebih besar. Lebar pola Ascending Triangle tersebut sekitar 300 poin, artinya ketika berhasil ditembus maka target penguatan IHSG sebesar 300 poin dari batas atas yakni di kisaran 6.450, dan tidak menutup kemungkinan akan tercapai di pekan ini.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Meski demikian, untuk mencapai level tersebut sebelumnya perlu melewati resisten terdekat di kisaran 6.300.

Sementara itu support terdekat berada di kisaran 6.210, jika ditembus IHSG berisiko turun menuju 6.150 Selama bertahan di atasnya, peluang penguatan IHSG masih terbuka.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading