Saat Lo Kheng Hong Terusik Rekomendasi Saham Influencer

Market - Putra, CNBC Indonesia
05 January 2021 14:03
Lo Kheng Hong (Dokumentas pribad Lo Kheng Hong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir-akhir ini para influencer dan artis mulai memberi menampilkan postingan-postingan terkait investasi saham. Sejumlah nama kondang terpantau memberikan rekomendasi saham tertentu yang kemudian banyak direspons oleh netizen. 

Tampaknya fenomena ini ikut menjadi perhatian dari investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong. Pria yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia ini, rupanya khawatir, cara-cara seperti itu tidak akan mendidik investor-investor pemula yang baru belajar investasi saham. 

Lo, demikian akrab disapa, menekankan bagi investor yang baru atau ingin masuk ke pasar modal, ingin berinvestasi di saham tertentu, maka yang pertama bisa dilakukan membaca laporan tahunan atau annual report dan laporan keuangan (lapkeu) emiten.


"Pesan saya kepada investor baru agar membaca annual report dan laporan keuangan, agar kita tahu, apa yang kita beli, jangan membeli karena rumor, jangan membeli karena info dari teman, sangat berisiko dan sangat berbahaya," kata Lo kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/1/2021).

"Jangan membeli kucing dalam karung, tapi kita harus tahu apa yang kita beli, melalui membaca annual report dan laporan keuangan."

Lalu Lo membuat perbandingan investasi, merespons salah satu rekomendasi saham salah satu artis. Lo menyebutkan saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) yang membukukan laba Rp 1,37 triliun dan harga sahamnya Rp 262/unit. 

Sementara itu, rekomendasi dari salah satu artis dalam akun sosial medianya menyebutkan saham PT M Cash Intergrasi Tbk (MCAS) yang labanya hanya Rp 17,8 miliar dan harga sahamnya Rp 4.540/unit. 

"Laba PNLF 7.666% lebih besar dari MCAS. Karena artis jadi belinya MCAS," kata Lo. 

Dalam beberapa waktu terakhir, memang sedang ramai influncer menyebutkan saham-saham tertentu dan mendapat respons dari pelaku pasar. 

Sebut saja, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep yang mempopulerkan isitilah 'Sangmology', getol menyebut 2 emiten saham yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).



Dua saham yang memang masuk kategori likuid menurut kapitalisasi pasarnya yakni PGAS yang memiliki market cap Rp 39,03 triliun dan ANTM yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 55,03 triliun.

Secara valuasi sendiri saham PGAS memiliki valuasi harga pasar dibanding nilai buku (PBV) di angka 1,03 kali yang masih tergolong murah karena berada di bawah PBV rata-rata selama 3 tahunya

Sedangkan untuk PBV ANTM berada di kisaran 2,92 kali. ANTM sendiri nantinya diprediksi akan menjadi pemain besar dalam holding baterai listrik MIND ID dan tentunya diuntungkan dengan harga komoditas nikel yang terus melesat.

Lalu, Ustaz Yusuf Mansur menjadi influencer yang paling banyak dan getol menyebut nama emiten. Terpantau Mansurmologi menyebut hingga tujuh emiten, menariknya seluruh emiten yang disebut oleh Mansurmologi merupakan emiten Badan Usaha Miik Negara (BUMN).

Mansur memang menitikberatkan kepada tujuan pembeli saham bukan cuan semata, tapi ada semangat kepemilikan perusahaan tersebut.

Saham-saham yang pernah disenggol oleh sang Ustadz adalah PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP).

[Gambas:Instagram]



Meskipun seluruhnya BUMN, terpantau Mansur merekomendasikan berberapa saham yang cukup mengangkat alis karena secara fundamental masih merugi parah akibat pandemi virus corona seperti GIAA yang hingga kuartal kedua 2020 masih mencatatkan rugi bersih hingga US$ 712,73 juta atau setara dengan Rp 9,93 triliun (Kurs Rp 13.934/US$).

Selain itu sang Ustadz juga merekomendasikan saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang secara fundamental sudah tergolong sangat mahal dengan PBV di angka 3,54 kali dan PER di angka 486,01 kali.

Mahalnya valuasi saham KAEF karena saham KAEF yang sudah melesat kencang sebelum direkomendasikan oleh Mansurmologi yakni sejak vaksin Sinovac tiba di Indonesia pertama kali.

Bahkan kenaikan tersebut sudah tergolong tidak wajar karena Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberikan tato UMA (Unusial Market Activity) kepada saham KAEF ini yang menandakan adanya pergerakan pasar tidak wajar di saham-saham tersebut.

Selanjutnya analis saham Belvin Tannadi merekomendasikan sempat merekomendasikan 3 emiten yang dimana ketiga emiten tersebut tergolong memiliki kapitalisasi pasar kecil sehingga harganya mudah digerakkan,

Tercatat Belvin merekomendasikan saham PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) yang hanya berkapitalisasi pasar Rp 2,02 triliun, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dengan kapitalisasi pasar Rp 7,64 triliun serta PT PP Tbk (PTPP) dengan kapitalisasi Rp 11,81 triliun.

Terbaru artis Raffi Ahmad dalam postingan instragramnya menyebut saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) dimana saham ini sudah mahal baik secara PBV maupun secara PER di angka 10,25 kali dan 165,71 kali. Selain itu MCAS juga memiliki kapitalisasi pasar yang sangat kecil yakni Rp 3,95 triliun sehingga harga sahamnya mudah digerakkan oleh market maker.

 

[Gambas:Instagram]



Lalu bagaimana sebenarnya valuasi saham-saham yang disebut-sebut para influencer tersebut, mari simak tabel di bawah ini. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Disuntik Vaksin Corona, Bursa RI Siap-siap ke 6.500


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading