Kreditur Terima Usulan Perdamaian PKPU, Tiphone Selamat Nih?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 January 2021 08:57
Tiphone

Jakarta, CNBC Indonesia - Para kreditur PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menyetujui usulan perdamaian yang diajukan TELE terkait dengan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang saat ini sedang berproses di pengadilan.

Corporate Secretary TELE, Semuel Kurniawan mengatakan, voting terhadap Proposal Perdamaian tersebu diputuskan dalam rapat kreditur yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (4/1/2021).

"Para kreditur yang hadir dalam pertemuan hari ini [Senin] telah melakukan voting dan total suara yang setuju dengan Proposal Perdamaian tersebut mencapai 100%. Para kreditur tersebut terdiri dari perbankan, pemegang obligasi, kreditur utang dagang dan kreditur lainnya," kata Semuel usai rapat dengan kreditur.


Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan memutus perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Nomor: 147/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. telah membacakan putusan pengesahan (homologasi) rencana perdamaian PT Tiphone Mobile Indonesia, Tbk., PT Telesindo Shop, PT Simpatindo Multi Media, PT Perdana Mulia Makmur dan PT Poin Multi Media Nusantara.

Oleh karenanya, rencana perdamaian yang telah dihomologasi tersebut telah sah mengikat dan efektif antara Para Debitor dan Para Kreditor. Dengan demikian, PKPU terhadap PT Tiphone Mobile Indonesia, Tbk. telah berakhir dan perseroan akan beroperasi normal dengan tetap menjalankan perjanjian perdamaian yang telah dihomologasi tersebut.

TELE sebelumnya telah secara resmi mengajukan skema perdamaian dengan para keditur terdaftar dan menawarkan proposal pembayaran kewajiban dengan para kreditur agar usaha Perseroan tetap dapat berjalan normal.

Dengan adanya persetujuan perdamaian ini, lanjut Semuel, TELE dapat fokus untuk melanjutkan kegiatan usahanya di bidang telekomunikasi seperti sediakala sehingga dapat memberikan keuntungan kepada para kreditur dan pemegang saham.

"Kami akan bangkit ke depan untuk meneruskan bisnis yang sudah ada. Kami percaya peluang bisnis telekomunikasi di tengah pandemi ini sangat potensial khususnya untuk layanan data," ujarnya.

Saat ini TELE, lanjut Kurniawan telah mendapatkan dukungan dari Telkomsel dan TELE sudah memiliki jaringan bisnis yang sudah in-place sehingga ke depannya dapat digunakan untuk mengkapitalisasi pertumbuhan digital telecommunication di Indonesia.

Saat ini, kelangsungan usaha dan operasi TELE masih berjalan dengan stabil. Menurut Semuel, TELE akan bersifat kooperatif dan akan tetap berkomitmen untuk memenuhi semua tanggung jawab finansial perseroan kepada para kreditur.

Sebagai informasi saja, Grup Telkom mempunyai kepemilikan saham melalui anak usahanya, PT PINS Indonesia, perusahan yang bergerak di bisnis internet of things (IoT) dengan kepemilikan sebesar 24% saham Tiphone Mobile Indonesia.

Selain itu, Tiphone tercatat memiliki beberapa perjanjian kerja sama dengan Telkomsel, meliputi penjualan voucher prabayar, SIM card di kanal daring, perbankan, serta modern channel.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading