Nyaris ke Rp17.000 di 2020, Ini Optimisme Rupiah 2021 dari BI

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
04 January 2021 11:20
Ilustrasi Dollar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan tahun 2020 bukanlah tahun yang mudah. Sebab, pandemi Covid-19 tidak hanya menekan perekonomian tapi juga meluluhlantahkan pasar keuangan.

Peristiwa ini akan tercatat dalam sejarah dunia. Bagaimana virus yang bermula dari Wuhan ini membuat harga saham jatuh bahkan hanya dalam waktu sepekan saja.

"Hanya dalam sepekan terakhir Februari 2020 asing melepas Rp 28 triliun, di Maret 2020 kepanikan asing berlanjut dengan melepas Rp 92,5 triliun. Dengan total pelepasan SBN [surat berharga negara] Rp 120 triliun tersebut, memicu aksi beli valas oleh asing sebesar US$ 9 miliar. Ini outflows dana asing terbesar sepanjang sejarah," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (4/1/2021).


Menurutnya, pelepasan saham oleh investor asing (outflow) ini dikarenakan Covid-19 yang ada di benak investor global adalah "sell first, think later" dan "cash is a king".

Oleh karenanya, seluruh investor merasa harus menyelamatkan uangnya, melepas aset berisiko dan ditukar ke uang tunai, obligasi pemerintah AS dan emas sebagai aset aman alias safe haven.

"Pelepasan dana asing dari SBN dan aksi beli valasnya dalam jumlah US$ 9 miliar tersebut memicu kepanikan di pasar interbank domestik. Bank bank domestik yang sebagian besar sedang short dollar di call bank bank offshore yang akan membeli dollar dalam volume besar sekitar 10 - 50 juta US$ per deal," imbuh Nanang.

NEXT: Bagaimana 2021?

Bagaimana 2021?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading