Selamat! INDY Ikut Menang Tender Bareng CT Corp di Patimban

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 January 2021 11:22
Presiden Ingin Pelabuhan Patimban Jadi Hub Besar untuk Ekspor Otomotif. /Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) ikut memenangkan tender untuk mengelola Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Perseroan bersama tiga perusahaan lainnya resmi ditunjuk sebagai perusahaan konsorsium pengelola Patimban oleh Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada 29 Desember 2020 sebagai badan usaha pelaksana proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha pelabuhan di Provinsi Jawa Barat atau Proyek Patimban.

Bersama PT CT Corp Infrastruktur Indonesia, PT U Connectivity Services dan PT Terminal Petikemas Surabaya, perseroan mendapat konsesi selama 40 tahun sejak tanggal operasi tahap pertama.


"Konsorsium Patimban bertujuan untuk menjadikan Pelabuhan Patimban menjadi pelabuhan yang modern dan efisien di mana teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan Proyek Patimban," kata Adi Pramono, Sekretaris Perusahaan Indika Energy, dalam keterangannya di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (4/1/2021).

Adi melanjutkan, keikutersertaan ILSS sebagai anggota Konsorsium Patimban ini merupakan salah satu strategi diversifikasi yang dilakukan oleh grup perseroan dan, secara khususnya, untuk meningkatkan kinerja ILSS.

Saat ini, Pelabuhan Patimban masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) yang pembangunannya baru selesai pada tahap pertama dengan kapasitas kapasitas 218 ribu kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250 ribu TEUs (twenty foot equivalent unit, peti kemas ukuran 20 kaki) untuk terminal peti kemas.

Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021 - 2023, dengan kapasitas optimum untuk kendaraan itu adalah 600 ribu kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs.

Adapun tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 yaitu dilakukan pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu di atas 7 juta TEUs.

Total luas pelabuhan ini adalah 654 hektare dengan rincian 300 hektare untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan serta 354 hektare akan diperuntukkan back up area berisi area pergudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading