Ini Daftar Saham Top Gainers di 2020, Kamu Untung Berapa?

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
02 January 2021 10:38
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan terakhir tahun 2020, Rabu (30/12/2020), yakni melemah 0,95% ke level 5.979,07. Secara year to date (YTD), IHSG membukukan pelemahan 5,09%.

Pada perdagangan terakhir di 2020, data perdagangan mencatat 143 saham naik, 365 saham melorot, dan 118 saham stagnan dengan nilai transaksi Rp 14 triliun. Asing tercatat beli bersih Rp 487 miliar. Selama tahun berjalan sendiri asing sudah kabur mencapai Rp 61 triliun.

Sentimen positif datang dari Barat. House of Commons, salah satu dari 2 kamar di parlemen Inggris, sudah menyetujui draft perjanjian-perjanjian pasca Brexit yang dicapai antara Pemerintah Inggris dan Uni Eropa (UE).


Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan resmi terjadi pada 1 Januari 2021, setelah melewati masa transisi sepanjang tahun ini.

Inggris dan UE pada pekan lalu mengumumkan keduanya mencapai kesepakatan "zero tariff-zero quota", artinya tidak akan ada bea impor yang tinggi, atau pembatasan jumlah produk yang dijual kedua belah pihak.

Kemudian mengenai kesepakatan penangkapan ikan, nelayan dari UE maupun Inggris masih boleh menangkap ikan di kedua perairan selama 5,5 tahun ke depan. Setelahnya setiap tahun akan diadakan perundingan masalah kuota penangkapan ikan.

Draft tersebut kini akan di-voting di House of Lord, dan diperkirakan juga akan disetujui, sehingga hard Brexit tidak akan terjadi, Inggris 'bercerai baik-baik' dengan Uni Eropa.

Hard Brexit merupakan sesuatu yang ditakutkan pelaku pasar, sebab bisa membawa ekonomi Inggris merosot tajam, juga menyeret ekonomi negara-negara Eropa lainnya.

Kemerosotan ekonomi Eropa tentunya berisiko merembet ke negara-negara lainnya, alhasil kesepakatan dagang yang dicapai Inggris-UE membuat lega banyak pihak, dan tentunya berdampak positif di pasar finansial.

Selain itu, kabar baik juga datang dari China hari ini. Aktivitas manufaktur China masih mampu mempertahankan ekspansinya di bulan ini. Data dari pemerintah China menunjukkan purchasing managers' index (PMI) di bulan Desember sebesar 51,9, menurun dibandingkan bulan sebelumnya 52,1.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi.

Meski PMI manufaktur China menurun, tetapi masih menunjukkan ekspansi, sehingga pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut terus berlanjut.

Di tahun 2020, saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) berhasil menduduki posisi pertama menjadi top gainers, meroket 613,79% ke level Rp 1.035/saham.

Sedangkan saham PT BRI Syariah Tbk (BRIS) yang di tahun 2020 pergerakannya membuat gempar para investor pasca kabar dari rencana merger dengan bank-bank syariah lainnya terpaksa menduduki posisi kedua, yakni melesat 607,55% ke Rp 2.250/saham.

Sementara itu, saham PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menjadi emiten dengan kinerja terburuk di tahun 2020. Tercatat saham ZINC merosot 53,88% ke Rp 190/saham. Setelah ZINC ada saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang turun 45,53% ke Rp 67/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading