Catat! 151 Fintech Punya Izin OJK, Diluar Ini Jangan Dipakai

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
27 December 2020 12:59
Detik.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja merilis daftar terbaru penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berizin. Ada 151 perusahaan yang terdaftar di OJK.

Ini adalah jumlah setelah salah satu perusahaan fintech yang dicabut izinnya.


"Sampai dengan 15 Desember 2020, total jumlah penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK adalah sebanyak 151 perusahaan," tulis OJK dalam situs resminya.

OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah terdaftar/berizin. OJK pun menyebut nama perusahaan tersebut.

"Adapun terdapat 1 penyelenggara fintech lending yang dibatalkan Surat Tanda Bukti Terdaftarnya, yaitu PT Solusi Finansial Inklusif Indonesia," sebutnya.

PT Solusi Finansial Inklusif Indonesia dikenal dengan nama Telefin. Fintech ini juga terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia.

Masyarakat dihimbau untuk tidak bertransaksi, baik sebagai peminjaman (borrower) ataupun sebagai pemberi pinjaman (lender). Bertransaksi dengan fintech P2PL yang tidak terdaftar atau berizin di OJK memiliki risiko yang sangat tinggi. Sehingga masyarakat harus berhati-hati terhadap perusahaan fintech lending yang tidak berizin di OJK.

Keberadaan Peer to Peer (P2P) Lending tak berizin atau fintech ilegal kian memang kian marak. Mereka memanfaatkan kondisi ekonomi yang melemah akibat pandemi Covid-19.

Direktorat Cyber Bareskrim Polri, Kompol Silvester Simamora mengatakan keberadaan fintech lending ilegal ini dampaknya bisa menimbulkan sesuatu yang mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan masyarakat akan mencari pinjaman lain untuk membayar pinjaman sebelumnya.

"P2P ilegal ini mereka menggunakan atau menerapkan bunga tinggi apabila masyarakat tak bisa membayarnya akan dilakukan teror nanti akan menimbulkan situasi yang mengkhawatirkan," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading