5 Fakta Megaskandal Asabri, Mirip Jiwasraya!

Market - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
24 December 2020 14:30
Kantor Pelayanan ASABRI (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya menyerahkan penanganan kasus dugaan korupsi di PT Asabri (Persero) ke Kejaksaan Agung (Kejagung) Selasa (22/12/2020).

Hal ini dilakukan setelah adanya pertemuan antara Menteri BUMN Erick Thohir dengan Jaksa Agung ST. Burhanuddin.

Erick Thohir tampak menyambangi kantor Kejagung pada pagi pukul 08.00 WIB. Ia ditemani oleh salah satu Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.


Kasus ini menarik perhatian karena nilai kerugiannya ditaksir sangat besar.

Berikut 5 fakta megaskandal Asabri:

1. Nilai Kerugian ditaksir Rp 17 triliun

Dari hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai kerugian perusahaan tersebut mencapai Rp 17 triliun.

Nilai ini lebih besar dari kerugian di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang nilainya mencapai Rp 16,8 triliu, berdasarkan potensi kerugian negara yang dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kemudian juga sudah mendapatkan tadi Pak Menteri kepada saya tentang hasil investigasi BPKP yang diperkirakan kerugiannya Rp 17 triliun. Jadi mungkin sedikit lebih banyak dari Asuransi Jiwasraya," kata Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung.

2. Nama Tersangka Sudah Dikantongi

S.T Burhanuddin menyebut bahwa Kejagung sudah mengantongi nama tersangka pada kasus ini. Ia bahkan mengatakan ada kesamaan antara kasus ini dengan megaskandal sebelumnya, yakni korupsi Jiwasraya.

"Calon tersangka hampir sama Jiwasraya dan Asabri. Kenapa kami diminta untuk menangani? karena ada kesamaan, tentunya kalau bisa mempetakan tentang permasalahan ini," katanya di gedung Kejaksaan Agung, Rabu (23/12).

Nilai sebesar itu menimbulkan pertanyaan apakah tersangkanya sama dengan kasus sebelumnya di Jiwasraya.

Ketika wartawan menyodorkan dua nama terdakwa kasus Jiwasraya yakni Komisaris Utama PT Trada Alam MineraTbk(TRAM) Heru Hidayat serta pemilik PT Hanson International Tbk (MYRX), Benny Tjokrosaputro (Bentjok), S.T Burhanuddin enggan merincinya lebih detail, meski ada indikasi mengarah ke sana.

"Yang sementara, pasti ada dua dulu yang sama. Nanti itu akan lain-lain berkembang nantinya. Kita akan pelajari dulu. [Dua itu Bentjok dan Heru Hidayat?] Saya ngga sebut nama dulu," sebutnya.

Yang pasti, Ia memberi bocoran bahwa ada pihak swasta dan direksi yang bakal menjadi tersangka.

Asabri Tekor Gegara Apa ya?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading