Good News! Menkominfo Restui Bila Tri-Indosat Merger

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
24 December 2020 12:03
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (dok: Detik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan dukungan atas kabar yang beredar bahwa dua operator seluler di Indonesia, PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan PT Indosat Tbk (ISAT) akan melakukan merger seiring dengan negosiasi yang dilakukan oleh masing-masing pemegang saham.

Menurut Menkominfo, dukungan terjadinya konsolidasi antaroperator seluler di Indonesia untuk memberikan dampak efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri.

"Untuk efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri telepon selular, maka tentu kami menyambut baik langkah konsolidasi yang dilakukan operator seluler secara business to business," ujar Johnny, dalam pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (24/12/2020).


"Konsolidasi juga diperlukan untuk mendukung perusahaan telekomunikasi dalam mempersiapkan investasi initial deployment 5G di Indonesia," ucap mantan Komisaris PT Indonesia Air Asia ini.

Menkominfo mengatakan bahwa di Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law, juga dijelaskan bahwa sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran, membuka ruang kerja sama yang lebih baik (ekonomis dan efisien) bagi industri telco dan penyiaran.

Terkait dengan kabar merger ini, manajemen ISAT hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi, kendati CNBC Indonesia sudah mencoba melakukan konfirmasi sejak awal pekan ini.

Adapun Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia, Danny Buldansyah saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut tak memberikan gambaran lebih rinci, termasuk apakah sudah ada pembicaraan dengan Indosat.

"Kami dari manajemen belum bisa memberi info mengenai hal ini. Sebaiknya ditanyakan kepada CKH atau Ooredoo," katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (22/12/2020).

Seperti diberitakan Bloomberg, raksasa keuangan asal Hong Kong, CK Hutchison Holdings Ltd. dikabarkan mendekati kesepakatan dengan Ooredoo QPSC asal Qatar, berkaitan dengan rencana konsolidasi operasi telekomunikasi dua anak usaha mereka di Indonesia.

"CK Hutch sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi di Indonesia dengan PT Indosat, kata sumber Bloomberg yang mengetahui rencana ini, dikutip Selasa (22/12/2020).

Seperti diketahui, Hutchison memiliki bisnis operator Tri yakni ke Tri Indonesia, sementara Ooredoo memiliki sekitar 65% saham Indosat yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data laporan keuangan ISAT per September 2020, pemegang saham Seri B ISAT yakni Ooredoo Asia Pte Ltd 65%, Pemerintah RI 14,29%, dan publik 20,71%. Dengan jumlah saham Ooredoo mencapai 3.532.056.600, maka nilai saham dengan memakai harga saham terakhir Rp 5.500 milik Ooredoo senilai Rp 19.43 triliun.

"Kesepakatan akan melibatkan penawaran secara tunai dan saham," kata para sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena diskusi tersebut bersifat pribadi.

"Kedua perusahaan [Hutchison dan Ooredoo] ditetapkan untuk menjadi pemegang saham signifikan dalam entitas gabungan," kata sumber tersebut. Pengumuman bisa datang secepatnya minggu ini. Struktur pasti dari setiap kesepakatan potensial di Indonesia belum diselesaikan, sementara negosiasi masih bisa ditunda atau bahkan bisa batal, kata mereka.

Bloomberg melaporkan, Hutchison Asia Telecommunications menaungi bisnis telekomunikasi CK Hutch di Indonesia, Vietnam, dan Sri Lanka, memiliki sekitar 48,8 juta akun pelanggan aktif di tiga negara, menurut laporan keuangan sementara terbaru.

Indonesia menyumbang HK$ 3,95 miliar (setara US$ 510 juta), atau 87% dari total pendapatan Hutch Asia dalam 6 bulan pertama tahun 2020. Ini adalah satu-satunya pasar Hutch Asia yang membukukan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) positif.

Tahun lalu, CK Hutch juga disebutkan melakukan pendekatan awal ke Axiata Group Bhd soal potensi merger operasi telekomunikasi mereka di Indonesia.

Konglomerasi Hong Kong yang didukung oleh taipan Victor Li ini secara informal menyatakan minatnya untuk menjajaki kombinasi bisnis nirkabel lokalnya sendiri dengan PT XL Axiata, Tbk (EXCL). 


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading