Sritex: Kami Memang Salah Satu Supplier Tas Bansos Kemensos

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 December 2020 15:40
Para pekerja mengemas dan memeriksa Bantuan Sosial (BANSOS) di Neglasari, Tangerang, Banten. CNBC Indonesia/Tri Susilo

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) membenarkan ikut dalam pengadaan tas bantuan sosial (bansos) yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Head Corporate Communication Sri Rejeki Isman Joy Citradewi mengatakan perusahaan memang bertindak sebagai salah satu supplier. Namun hal ini tidak berkaitan dengan adanya rekomendasi dari putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming.

"Kami memang salah satu supplier tas Kemensos, namun jika dikaitkan atas rekomendasi Gibran itu tidak benar," kata Joy kepada CNBC Indonesia, Senin (21/12/2020).


"Pihak Sritex dihubungi oleh pihak Kemensos mengenai kebutuhan tas 'goodiebag' pada bulan April 2020 lalu. Pemesanan tersebut telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Joy.

Selain itu, pemesanan tersebut tidak ada hubungannya dengan putera Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka. Lebih lanjut perusahaan menyebut, tidak ada komunikasi yang dilakukan dengan Gibran terkait dengan pemesanan tersebut.

"Sebagai perusahaan terbuka (Tbk) kami selalu mengedepankan asas transparansi dan keterbukaan informasi. Kami juga berharap klarifikasi ini dapat meluruskan isu yang beredar di tengah masyarakat dan dapat dituntaskan segera dan sebaik-baiknya," terangnya.

Sebelumnya, santer kabar pasar menyebutkan bahwa Gibran berkontribusi dalam terpilihnya Sritex untuk membuat tas untuk bansos pandemi Covid-19.

KPK sudah menjerat Mensos Juliari Batubara sebagai tersangka dalam kasus korupsi bansos paket pandemi Covid-19. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

Data BEI pada pukul 14.36 WIB, Senin ini, mencatat, saham SRIL minus 2,11% di level Rp 278/saham dengan nilai transaksi Rp 28,83 miliar dengan volume perdagangan 103,89 juta saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saingan Masuk AS, Ini Jurus Bos Sritex Lawan Tekstil Vietnam


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading