Dow Jones Terindikasi Naik 155 Poin di Sesi Pembukaan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 December 2020 20:33
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (15/12/2020) menguat, menyambut pembahasan lanjutan stimulus akhir tahun dan mulai digunakannya vaksin Covid-19 besutan Pfizer dan BioNtech.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average menguat dan mengindikasikan bahwa indeks berisi 30 saham unggulan tersebut bakal menguat 155 poin di pembukaan. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga tercatat menguat.

Para penyusun undang-undang di AS tengah membahas proposal terbaru untuk memuluskan stimulus terbaru senilai US$ 748 miliar, yang termasuk perlndungan kelngsusngan bisnis dan keuangan untuk pemerintah lokal senilai US$ 160 miliar.


Selanjutnya, ada program tunjangan pengangguran dan kredit lunak di bawah program perlindungan gaji dengan nilai masing-masing program mencapai US$ 300 miliar. Program-program tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi 2020 dari kemerosotan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membahas proposal stimulus dan negosiasi pendanaan tersebut pada Senin malam, sebagaimana diungkap juru bicara Pelosi yakni Drew Hammill dalam cuitannya di Twitter.

Keduanya tengah "mendiskusikan pentingnya komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan mereka secepat mungkin," tutur Hammill. Luke Tilley, ekonom kepala Wilmington Trust, menilai paket stimulus baru diperlukan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Secara bersamaan, vaksin mulai diedarkan di AS tetapi angka kematian masih tinggi, menyentuh 300.000 jiwa. Walikota New York Bill de Blasio mengingatkan bahwa kota tersebut akan mengalami "penutupan total" segera untuk mencegah kapasitas rumah sakit.

"Dengan berlanjutnya kenaikan kasus dan vaksinasi masal, kita berpeluang melihat pelemahan lebih lanjut di lapangan pekerjaan dan bahkan pergerakan mendatar di mana tidak ada lapangan kerja baru yang tercipta," tutur Luke, sebagaimana dikutip CNBC International.

Pada Selasa, Balai Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) mengatakan bahwa vaksin besutan Moderna memenuhi ekspektasi untuk penggunaan darurat, yang menjadi langkah krusial sebelum muncul persetujuan penuh. Saham Moderna menguat 1,2% di sesi pra-pembukaan.

Investor juga akan mencermati data survei Empire State Manufacturing yang bakal menunjukkan ekspektasi kondisi manufaktur AS. Bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) memulai rapat 2 hari untuk menentukan suku bunga acuan dan kebijakan moneter lainnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading