Harga CPO Turun Sih, Tapi Masih Stay Cool di RM 3.400/Ton

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
15 December 2020 11:13
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia mengalami koreksi pada perdagangan hari ini Selasa (15/12/2020). Namun meski mengalami koreksi harga CPO masih tetap di rentang tertingginya dalam delapan tahun terakhir. 

Harga kontrak futures CPO pengiriman Februari 2021 turun 0,46% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin. Pada 10.30 WIB, harga kontrak minyak nabati unggulan Indonesia dan Malaysia ini dipatok di RM 3.440/ton. 


Kemarin, harga CPO ditutup di level tertinggi sepanjang tahun ini di RM 3.456/ton. Adanya harapan ekspor yang meningkat dan penguatan harga minyak nabati substitusi membuat harga CPO ditutup di level yang lebih tinggi.


"Akan ada tarik ulur pada harga kontrak futures CPO untuk mendapatkan kembali diskon terhadap minyak kedelai," kata Sathia Varqa, salah satu pendiri perusahaan Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura.

Fokus pasar saat ini adalah pada data volume ekspor 1-15 Desember, yang akan jatuh tempo pada hari Selasa, dan pengumuman pajak ekspor minyak sawit mentah Malaysia untuk Januari.

"(Kelapa sawit) berjangka kemungkinan akan melihat penurunan pada pengumuman karena itu membuat minyak sawit mentah Malaysia lebih mahal di pasar ekspor karena ringgit sudah naik tajam," kata Varqa.

Pasar mengharapkan ekspor 1-15 Desember dari Malaysia naik 7% dari bulan sebelumnya, kata para pedagang dan analis. Sementara itu, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) mengatakan minggu lalu produksi November turun 13,51% dari Oktober menjadi 1,49 juta ton, terendah sejak Maret.

Pasar memperkirakan produksi pada Desember akan tetap tertekan karena cuaca hujan yang dipicu oleh La Nina. Fenomena iklim La Nina diperkirakan akan bertahan hingga kuartal pertama tahun depan.

Tingginya harga CPO dibarengi dengan adanya kenaikan pajak di Malaysia kemungkinan akan membuat harga CPO goyang. Namun untuk saat ini koreksinya tergolong tipis saja karena masih ada sentimen positif terkait program vaksinasi Covid-19 di Inggris dan prospek produksi yang lebih rendah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading