Ngutang Rp 7 T, Pemilik Meikarta Ajukan Proposal Damai

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 December 2020 16:28
Meikarta. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyebut proses hukum yang sedang dijalankan pengembangan Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) masih berjalan. MSU tengah mempersiapkan proposal perdamaian sesuai, dipastikan proposal tersebut akan menjaga kepentingan semua pihak.

Direktur Lippo Cikarang Yudhistura Rusli mengatakan saat ini MSU sedang melakukan proses hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Sampai saat ini masih berjalan dan MSU sudah menyusun proposal perdamaian sesuai prosedur hukum yang berlaku. Proposal ini akan menjaga kepentingan semua pihak dalam proses ini," kata Yudhistira dalam paparan publik secara virtual, Senin (14/12/2020).


Lebih lanjut, dia menjelaskan kendati saat ini proses hukum masih berlangsung namun perusahaan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan dua distrik di mega proyek tersebut selambatnya pada awal 2023 mendatang.

Pembangunan distrik dua ini direncanakan akan dimulai pada awal tahun depan. Hingga saat ini telah dilakukan topping off beberapa tower yang ditargetkan seluruhnya sebanyak 23 tower dan sudah melakukan serah terima kepada konsumen sebanyak 200 unit.

Seperti diketahui, MSU saat ini tengah dalam proses PKPU dengan nilai utang mencapai Rp 7,01 triliun. Berdasarkan berkas daftar tagihan piutang kepada MSU, nilai tersebut merupakan jumlah dari tagihan yang dikabulkan.

Sedangkan nilai yang diajukan sebelumnya sebanyak Rp 10,56 triliun. Dari nilai tersebut, nilai total piutang yang dibantah senilai Rp 3,55 triliun.

Total tagihan yang dibantah ini paling besar senilai Rp 3,48 triliun yang merupakan tagihan dari China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) yang merupakan kontraktor megaproyek Meikarta. Total tagihan dari perusahaan ini yang dikabulkan hanya senilai Rp 124,77 miliar.

Head of Public Relation MSU Jeffrey Rawis menyebutkan nilai tersebut masih akan dimusyawarahkan dengan para kreditor perusahaan.

"Jumlahnya belum diklarifikasi. Hari ini ada pertemuan/musyawarah antara kreditor dengan debitur, berlangsung baik," kata Jeffrey pekan lalu, Jumat (11/12/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading